Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Search

Keluarga Terpidana Vina Cirebon Diperiksa Polda Jabar, Ada Apa?

Khasanah ayah dari terpidana dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky pada 2016 silam seusai menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat (Foto: Istimewa)

Bagikan

Bandung, Klausa.co – Empat keluarga terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eky dituntut keterangannya oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, Rabu (19/6/2024). Pemeriksaan yang berlangsung di Gedung Ditreskrimum ini dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan rampung pada pukul 15.00 WIB.

Keempat keluarga tersebut adalah Kosim (ayah Eko), Muran (ayah Eka Sandi), Khasanah (ayah Hadi Saputra), dan Madlanah (kakak Jaya). Masing-masing diperiksa secara terpisah oleh penyidik.

Menurut Edward Edison Gultom, kuasa hukum Khasanah, kliennya dicecar 24 pertanyaan terkait dugaan obstruction of justice atau penghalangan penyidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 221 KUHP.

“Pemeriksaan mengarah pada peristiwa pembunuhan Vina dan Eky karena dalam keterangan saksi Kahfi, nama Pak Khasanah disebut,” jelas Edward di Mapolda Jabar seperti dilansir dari JPNN.com.

Baca Juga:  Vonis, AGM dan Nur Afifah Dijatuhi Hukuman 4 dan 5 Tahun
Advertisements

Kahfi, salah satu saksi yang juga teman para terpidana, memberikan keterangan di pengadilan bahwa dirinya pernah didatangi oleh Khasanah. Namun, Khasanah membantah hal tersebut.

“Intinya mengklarifikasi 10 orang yang menginap di rumah Pak RT. Pak Khasanah mengatakan bahwa sepengetahuannya, mereka memang menginap di rumah Pak RT yang kosong itu,” terang Edward.

Sementara itu, Yopi Gunawan, kuasa hukum Muran, mengungkapkan bahwa kliennya dicecar 30 pertanyaan seputar peristiwa 2016 di Cirebon.

“Pertanyaan seputar klarifikasi terhadap Pasal 221. Muran sebagai saksi dan ayah Eka Sandi dimintai klarifikasi terkait kejadian yang lalu, termasuk dugaan mendatangi Kahfi,” tutur Yopi.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pembunuh Pria yang Baru Menikah Lima Jam
Advertisements

Senada dengan Yopi, Sarjono, kuasa hukum Madlanah, menyatakan bahwa kliennya juga dicecar 30 pertanyaan. Pertanyaan tersebut mencakup kronologi kejadian sejak 2016, pelimpahan perkara dari Cirebon ke Polda Jabar, serta kapasitas Madlanah sebagai keluarga terpidana.

“Soal Pasal 221, klien saya mengaku tidak paham karena hanya sebatas kunjungan untuk besuk. Kami sudah memberikan kuasa untuk penanganan perkara,” jelas Sarjono.

Pemeriksaan keluarga terpidana ini menandakan perkembangan baru dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eky yang telah berlalu selama 8 tahun. Masih harus dilihat apakah pemeriksaan ini akan mengarah pada tersangka baru atau bukti baru yang dapat membuka kembali kasus yang telah menjadi sorotan publik ini. (Nur/Fch/Klausa)

Baca Juga:  Tidak Ada Faktor Meringankan, Sambo Divonis Hukuman Mati

Bagikan

prolog dan benuanta

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co