Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mematangkan sistem pelayanan menjelang beroperasinya jaringan gas rumah tangga (jargas) yang ditargetkan mulai digunakan pada Agustus hingga September 2026. Tak hanya memastikan distribusi gas berjalan optimal, pemkot juga menyiapkan mekanisme pembayaran dan layanan pengaduan bagi pelanggan.
Pemkot Samarinda mengusulkan Bank Samarinda sebagai mitra pembayaran pelanggan jargas kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Skema tersebut diharapkan memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran sekaligus memperkuat pelayanan setelah jaringan mulai beroperasi.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan usulan itu telah disampaikan saat pembahasan bersama Kementerian ESDM. Menurutnya, keberadaan Bank Samarinda sebagai kanal pembayaran akan membuat layanan lebih mudah dijangkau warga.
“Yang paling saya tertarik itu sistem pembayaran dengan melibatkan BPR kita. Jadi orang nanti bayar ke BPR,” ujarnya, pada Kamis (23/7/2026).
Selain sistem pembayaran, Pemkot juga mengusulkan pembentukan sekretariat layanan pelanggan yang ditempatkan berdampingan dengan kantor Bank Samarinda. Pusat layanan tersebut nantinya menjadi lokasi pengaduan masyarakat apabila terjadi kendala pada jaringan gas rumah tangga.
Marnabas menjelaskan, masyarakat harus memiliki akses yang jelas untuk melaporkan berbagai persoalan, mulai dari tekanan gas yang melemah hingga dugaan kebocoran jaringan.
“Jadi kalau apinya kecil, ada kebocoran, atau ada gangguan, masyarakat tahu harus mengadu ke mana,” katanya.
Di sisi lain, pembangunan jargas saat ini telah memasuki tahap pengujian. Pemkot meminta kontraktor memastikan seluruh bekas galian dipulihkan dengan baik, termasuk melakukan pemadatan kembali agar tidak menimbulkan kerusakan badan jalan setelah proyek rampung.
Program jargas yang dibiayai melalui APBN itu akan melayani 7.619 sambungan rumah (SR) di Samarinda. Selain memperoleh pemasangan jaringan secara gratis, setiap rumah penerima manfaat juga akan mendapatkan kompor gas dua tungku.
Marnabas berharap dukungan aktif Pemkot dalam mengawal pelaksanaan program tersebut dapat menjadi nilai tambah di mata Kementerian ESDM sehingga Samarinda berpeluang memperoleh tambahan kuota sambungan rumah pada tahun mendatang.
“Kementerian ESDM juga melihat daerah mana yang memang berminat dan fokus. Kalau kita betul-betul membantu, tentu harapannya ada penambahan lagi,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)













