Klausa.co

Tanjung Redeb, Klausa.co – Seorang pemuda asal Kecamatan Biatan, Berau diringkus Polsek Talisayan lantaran melakukan tindakan asusila kepada adik iparnya sendiri yang berusia 7 tahun. Kapolres Berau AKBP Sindhu Brahmarya didampingi Kapolsek Talisayan Iptu Asnan Rusmawan menuturkan, dari pengakuan tersangka berinisial Jas (18) telah melakukan aksinya itu sebanyak lima kali sejak 2021. Terakhir di kediamannya pada Selasa, (20/9/2022).

Kejadian bermula saat kakak korban, yang tak lain adalah istri pelaku mengajak korban untuk memetik daun singkong. Namun Jas melarang sang istri mengajak korban. “Sehingga berangkatlah si istri yang sekaligus pelapor sendiri mengambil daun singkong,” ungkap Sindhu, dalam keterangan rilisnya kepada awak media, Senin (3/10/2022).

Baca Juga:  Gauli Anak SMP, Oknum Kepala Sekolah di PPU Ditangkap

Di tengah perjalanan, kata Kapolres, pelapor merasa curiga. Sehingga ia langsung kembali ke rumah untuk mencari adiknya. Betapa terkejutnya pelapor, mendapati suaminya berada di kamar korban sedang melakukan hal tidak senonoh terhadap korban. Jas sedang baring di lantai dengan celana sudah di lutut. Sementara adiknya dalam posisi memegang serta memasukkan kemaluan pelaku ke dalam mulut.

“Melihat kejadian itu, pelapor keluar dari rumah dan berniat untuk ke rumah kakak pertamanya untuk melapor. Namun dihalangi oleh pelaku,” jelasnya.

Advertisements

Tidak tahan menahan geram, pada Rabu (28/9/2022) sekira pukul 14.30 wita, pelapor beserta kakak sulung korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Talisayan. Tak butuh waktu lama, petugas kemudian menahan tersangka untuk kemudian diproses hukum.

Baca Juga:  Remaja 17 Tahun di Samarinda Cabuli Lima Bocah, Terancam 15 Tahun Penjara

“Awalnya tersangka melakukan tindakannya itu di rumah mertuanya, kemudian kejadian selanjutnya dilakukan di rumahnya sendiri,” ungkap Kapolres.

Saat ini korban telah diamankan pihak PPA kecamatan setempat. Dengan kondisi sehat walafiat sembari penyembuhan kondisi trauma psikis.

Jas mengaku, dalam setiap melancarkan aksinya tersangka mengiming-imingi korban dengan permen. Sementata dalih perbuatan bejat itu dilakukan tersangka karena khilaf.
Namun begitu, Kapolres menegaskan apapun alasan yang disampaikan tersangka, petugas tidak akan memberi toleransi sedikit pun kepada pelaku tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Advertisements

“Apapun alasannya tetap kita lakukan penindakan. Kita juga ingin menyampaikan, Polres Berau sangat konsen terhadap keselamatan anak-anak Berau,” tegasnya.

Baca Juga:  Pelaku Ekshibisionisme di Samarinda Berhasil Ditangkap Warga, Kemudian Dibebaskan Karena Dimaafkan

Untuk kasus-kasus serupa pedofilia, polisi tidak memberikan kompromi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan pidana paling singkat lima tahun dan maksimal 15 tahun. Serta denda paling banyak Rp 5 miliar. (Red/Fch/Klausa.co)

 

IKUTI BERITA KLAUSA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Advertisements

.

Bagikan

logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co