Samarinda, Klausa.co – Menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan kini tak harus menunggu agenda reses atau pertemuan tatap muka. Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, memperkenalkan aplikasi digital bernama Sani Mendengar sebagai sarana baru bagi warga untuk menyampaikan keluhan dan usulan pembangunan secara langsung.
Aplikasi tersebut diperkenalkan saat pelaksanaan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026. Melalui platform yang tersedia di Google Play Store itu, masyarakat dapat mengirimkan berbagai aspirasi kapan saja hanya melalui telepon genggam.
Sani mengatakan, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk memperluas akses komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat. Menurutnya, pola penyerapan aspirasi tidak lagi bisa bergantung pada pertemuan-pertemuan formal yang memiliki keterbatasan waktu dan tempat.
“Aspirasi masyarakat tidak mengenal jam kerja. Ada warga yang memiliki keluhan pada malam hari atau tidak sempat hadir dalam pertemuan. Dengan aplikasi ini, penyampaian aspirasi menjadi lebih mudah dan fleksibel,” ujar Sani, Jumat (29/5/2026).
Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Samarinda itu menilai perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperpendek jarak antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat. Karena itu, ia mencoba menghadirkan mekanisme komunikasi yang lebih terbuka dan responsif.
Selain meluncurkan aplikasi, Sani juga memperkenalkan buku laporan kerja berjudul Sani Bersuara. Buku tersebut berisi rangkuman aktivitas, program, dan hasil kerja yang telah dilakukan selama menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Samarinda.
Menurutnya, publik tidak hanya berhak menyampaikan aspirasi, tetapi juga mengetahui sejauh mana amanah yang diberikan kepada wakil rakyat dijalankan.
“Melalui buku ini masyarakat bisa melihat apa saja yang sudah kami kerjakan. Ini bagian dari transparansi dan pertanggungjawaban kepada publik,” katanya.
Dalam rangkaian reses yang berlangsung selama sepekan terakhir, Sani mengaku menerima berbagai masukan dari warga, khususnya di Kecamatan Samarinda Ulu. Persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat.
Perbaikan jalan lingkungan, sistem drainase, hingga pelayanan air bersih menjadi sejumlah isu yang dinilai warga masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Sani memastikan seluruh aspirasi yang diterima akan diperjuangkan agar masuk dalam prioritas pembangunan daerah dan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Kota Samarinda yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Tak hanya fokus pada penyerapan aspirasi, kegiatan reses juga dimanfaatkan untuk menjalankan aksi sosial. Dalam beberapa titik kegiatan, Sani membagikan makanan bergizi gratis kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan stunting.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan anak-anak dan masa depan generasi Samarinda,” tutupnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Samarinda)
















