Lompat ke konten utama

Klausa.co

Jembatan Achmad Amins Segera Kembali Terang, Dishub Samarinda Siapkan Revitalisasi PJU Rp900 Juta

Penampakan suasana malam Jembatan Achmad Amins Samarinda. (Ist)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Kondisi gelap di Jembatan Achmad Amins akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan revitalisasi penerangan jalan umum (PJU) dengan anggaran sekitar Rp900 juta agar keamanan pengguna jalan pada malam hari kembali terjamin.

Revitalisasi tersebut ditargetkan mulai berjalan setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Perubahan diterbitkan. Setelah itu, proyek akan langsung masuk ke tahapan lelang.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan anggaran untuk pekerjaan tersebut telah dialokasikan dalam APBD tahun ini. Namun pelaksanaannya masih menunggu proses administrasi anggaran rampung.

“Anggarannya sekitar Rp900 juta. Saat ini tinggal menunggu DPA perubahan terbit, setelah itu kami lanjutkan ke proses lelang,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Samarinda Lanjutkan Feasibility Study Proyek Skytrain, Kadishub Ungkap Detilnya

Dia menegaskan, dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk mengembalikan fungsi penerangan di sepanjang jembatan. Karena itu, tidak ada pengadaan lampu dekoratif maupun pencahayaan tematik dalam proyek tersebut.

“Fokus kami memastikan PJU kembali berfungsi. Jadi bukan untuk lampu hias atau ornamen pencahayaan,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Prasarana Dishub Samarinda, Addin Ar Ridlo, menjelaskan pengadaan nantinya mencakup komponen yang menjadi kewenangan Dishub, seperti kabel, box panel, dan lampu PJU. Sementara lampu sorot tematik belum menjadi prioritas lantaran keterbatasan anggaran.

Menurutnya, sebagian lampu sorot sebenarnya masih tersedia. Namun jaringan kabel yang menghubungkannya telah hilang akibat pencurian.

“Kami utamakan dulu agar PJU bisa kembali menyala. Untuk lampu sorot, yang hilang sebenarnya jaringan kabelnya, sedangkan lampunya masih ada,” jelasnya.

Baca Juga:  Parkir Berlangganan Siap Diterapkan di Samarinda, Jukir Liar Terancam Tergusur

Addin mengungkapkan, padamnya penerangan di Jembatan Achmad Amins dipicu aksi pencurian kabel yang telah terjadi sebanyak dua kali. Kedua pelaku saat ini telah diproses secara hukum dan tengah menjalani persidangan.

Panjang kabel yang dicuri diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer, terutama pada bagian yang mudah dijangkau pelaku. Sasaran utama pencurian adalah tembaga yang berada di dalam kabel.

Akibat pencabutan kabel secara paksa, Dishub juga belum dapat memastikan seluruh lampu yang masih terpasang tetap berfungsi karena instalasi berpotensi mengalami kerusakan.

Dalam revitalisasi nanti, Dishub akan menggunakan sistem pemasangan baru. Lampu PJU akan ditempatkan pada tiang penyangga terpisah, bukan lagi menempel langsung pada struktur jembatan. Langkah ini diharapkan memudahkan proses pemeliharaan sekaligus menjaga keamanan konstruksi.

Baca Juga:  Festival Lai dan Sedekah Bumi, Ungkapan Syukur dan Kebanggaan Masyarakat Desa Batuah

“Dengan kondisi keuangan daerah saat ini, prioritas kami adalah memulihkan fungsi penerangan dasar agar Jembatan Achmad Amins kembali terang dan aman dilalui masyarakat pada malam hari,” tutup Addin. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co