Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Search

Dua Pemuda Nekat Curi Motor Juragannya Buat Modal Cetak Uang Palsu

Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda IPDA Dovie Eudy mengungkap kasus dua pemuda nekat mencuri motor juragannya untuk modal membuat uang palsu. (Klausa.co)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda berhasil mengamankan dua pelaku curanmor sekaligus pembuat dan pengedar uang palsu di Samarinda.

Pengungkapan kasus ini bermula saat kedua pelaku yang diketahui bernama Sabriansyah (28) dan Zulfian Nur Arifin (25), berhasil ditangkap polisi dalam kasus pencurian motor Honda Various dengan Nopol KT 4480 OC.

Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Dovie Eudey mengatakan, motor yang dicuri oleh kedua pelaku itu merupakan milik juragan mereka.

Diketahui keduanya baru saja diberhentikan dari kerajaanya sebagai penjual pentol keliling. Lantaran sakit hati, keduanya yang kini menganggur  kemudian nekat mencuri’ motor mantan juragannya tersebut.

Advertisements
Advertisements

“Pelaku ini pedagang pentol dan merupakan anak buah dari pemilik motor (Korban). Ngakunya karena kesal sering di beri makanan basi dan diberhentikan dari kerjaan, akhirnya keduanya berniat mencuri kendaraan korban,” ungkap Ipda Dovie Eudy, Selasa (7/9/2021) sore.

Baca Juga:  Jembatan Mahakam Ditabrak Tongkang Batu Bara Lagi, BBPJN Minta Tanggung Jawab

Bermodalkan kunci motor yang sudah di duplikat, keduanya melakukan aksi pencurian dikediaman korban di Jalan Rapak Indah Gang Nurul Hasanah pada Kamis (26/8/2021) dini hari, sekitar pukul 03.00 Wita.

Setelah berhasil menggondol motor korban, selanjutnya mereka menjual barang curian itu dengan harga Rp 2juta melalui sosial media. Hasil penjualan motor lalu mereka bagi rata.

Sabriansyah yang telah memiliki modal hasil kerja haram tersebut, belakangan memiliki ide untuk melipat gandakan uangnya tersebut. Berbekal ilmu seadanya yang didapat dari YouTube, Sabriansyah berencana ingin membuat uang palsu.

Advertisements
Advertisements

Uang Rp 1Juta hasil menjual motor curian dia gunakan untuk membeli printer dan alat pendukung membuat uang palsu. Dengan cara scaner, uang asli berhasil dia gandakan berkali lipat.

“Pelaku SB ini belajar dari YouTube, dan membuat uang palsu menggunakan kertas polio dan tinta berkualitas. Modalnya dari uang hasil penjualan motor curian,” terang Polisi muda dengan satu balok dipundaknya itu.

Baca Juga:  Dua Santri Pembunuh Ustaz Disanksi Pasal Berlapis, Polisi Ungkap Kronologis Lengkap Kejadiannya

Terpisah, korban yang kehilangan motor akhirnya membuat laporan ke Polresta Samarinda. Singkat cerita, setelah dilakukan penyelidikan yang berliku, Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda berhasil mengantongi identitas kedua pelaku.

Sabriansyah dan Zulfian berhasil ditahan pada Kamis (2/9/2021) lalu. Keduanya ditangkap tanpa perlawanan dari tempat persembunyiannya. Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan kunci duplikat serta ratusan lembar uang palsu.

Advertisements
Advertisements

“Kami lebih dahulu mengamankan AR (26) selaku penadah motor hasil curian SB (Sabriansyah) dan ZN (Zulfian). Setelah itu ketiga pelaku kemudian kami bawa ke Mapolresta Samarinda bersama barang bukti, guna penyelidikan lebih lanjut,” Ucapnya.

Saat diinterogasi polisi mengenai barang bukti lembaran uang palsu tersebut, Sabriansyah mengakui bahwa dirinya telah mengedarkan uang palsu. Dovie menyampaikan, uang palsu tersebut diedarkan kedua pelaku dengan cara berpura-pura membeli rokok dan bensin di warung-warung kecil.

Baca Juga:  Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Hotel MJ, Korban Dihabisi Usai Menolak Tawaran Sabu dari Tersangka

Seluruh aksinya itu dilakukan saat pada malam hari agar pemilik warung tak curiga. “Sudah ada 30 lembar pecahan uang palsu 20 ribu yang sudah di gunakan pelaku di warung-warung di Samarinda,” bebernya.

“Sedangkan ratusan uang palsu pecahan 5 ribu hingga 100 ribu sudah kita amankan, total uang palsu yang kami amankam sejumlah Rp 1,4 juta,” imbuhnya.

Advertisements
Advertisements

Lebih lanjut disampaikan IPDA Dovie Eudy, atas perbuatannya itu kedua pelaku Sabriansyah dan Zulfian dikenakan pasal  363 KHUP atas Pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.

“Kemudian Pasal 224 atas pemalsuan uang dengan ancaman 15 tahun penjara. Sedangkan pelaku penadah, AR dikenakan pasal 480 KHUP dengan ancaman 4 tahun penjara,” pungkasnya.

(Tim Redaksi Klausa)

Bagikan

prolog dan benuanta

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co