Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menepis kabar simpang siur soal mandeknya pencairan beasiswa GratisPol. Program bantuan pendidikan tersebut dipastikan tetap berjalan, meski sebagian penerima, terutama mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) dan mahasiswa yang kuliah di luar daerah, belum menerima dana sepenuhnya.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyebut keterlambatan pencairan bukan karena penghentian program, melainkan akibat proses administrasi dan verifikasi yang masih berlangsung. Menurutnya, penyaluran beasiswa GratisPol dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Beasiswa itu ada prosesnya. Kalau penerima sudah memenuhi syarat, tentu akan dicairkan. Tapi soal detail waktu pencairan, saya belum cek satu per satu karena masih berjalan tahapan administrasi,” ujar Seno Aji, Sabtu (3/1/2025).
Seno juga menanggapi keluhan dari sejumlah PTS yang menyatakan dana beasiswa belum masuk ke rekening mahasiswa. Seno mengakui, beberapa perguruan tinggi memang masih menyelesaikan dokumen pendukung sebagai syarat pencairan.
“Masih kita proses. Untuk yang di wilayah Kaltim, sebagian besar sudah berjalan,” katanya.
Pemprov Kaltim menargetkan seluruh penyaluran beasiswa GratisPol, baik untuk mahasiswa PTS, PTN, maupun mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah dapat dirampungkan pada tahun 2026. Namun hingga kini, belum ada kepastian jadwal pencairan secara rinci.
“Kita pastikan program ini diselesaikan di tahun 2026,” tegas Seno.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, memaparkan capaian program GratisPol hingga akhir 2025. Ia menyebut, beasiswa ini telah menjangkau belasan ribu mahasiswa di 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur dengan total anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.
Untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di dalam daerah, sebanyak 10.116 mahasiswa telah ditetapkan sebagai penerima dengan total anggaran Rp46,4 miliar. Kota Samarinda menjadi wilayah dengan penerima terbanyak, yakni 3.710 mahasiswa, disusul Kutai Kartanegara sebanyak 1.846 mahasiswa dan Balikpapan 1.745 mahasiswa.
Sementara untuk PTS di dalam daerah, tercatat 6.710 mahasiswa sebagai penerima dengan total dana Rp35,1 miliar. Lagi-lagi, Samarinda menempati posisi teratas, diikuti Balikpapan dan Kutai Kartanegara.
Program GratisPol juga menyasar mahasiswa asal Kaltim yang menempuh pendidikan di luar provinsi. Untuk PTN luar daerah, sebanyak 1.317 mahasiswa telah diumumkan sebagai penerima dengan alokasi anggaran Rp10,5 miliar. Sedangkan PTS luar daerah mencakup 395 mahasiswa dengan total bantuan sekitar Rp3,4 miliar.
Tak hanya itu, Pemprov Kaltim turut menyiapkan beasiswa GratisPol bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri. Untuk kategori internasional, ditargetkan 58 mahasiswa dengan total anggaran Rp2,2 miliar, meski daftar penerima belum diumumkan secara resmi.
“Harapannya, mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah maupun luar negeri bisa kembali dan mengaplikasikan ilmunya untuk kemajuan Kaltim,” tutup Dasmiah. (Din/Fch/Klausa)















