Klausa.co

Tak Cukup Tambal Sulam, Perbaikan Jalan Bontang-Sangatta Diusulkan Lewat Proyek Tahun Jamak

Anggota DPRD Kaltim, Agus Aras. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Kerusakan di ruas jalan Bontang-Sangatta kian mengkhawatirkan dan mulai mengganggu mobilitas warga serta distribusi barang di wilayah utara Kalimantan Timur (Kaltim). Kondisi ini dinilai tak bisa lagi ditangani dengan perbaikan sementara.

Kerusakan parah di jalan poros yang menghubungkan Kota Bontang dan Sangatta terus meluas dalam beberapa bulan terakhir. Permukaan jalan bergelombang dan lubang yang semakin besar memaksa kendaraan melaju pelan, sehingga arus transportasi menjadi tersendat.

Anggota DPRD Kaltim, Agus Aras, menilai kondisi tersebut sudah berada di titik yang mengkhawatirkan. Dia menyebut ruas jalan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat dan dunia usaha, terutama di kawasan industri dan pertambangan.

Baca Juga:  Raperda IMS Kaltim Dipatok Berbasis Edukasi, Penertiban Saja Dinilai Tak Cukup

“Banyak titik jalan sudah tidak layak dilalui. Dampaknya bukan hanya ke warga, tapi juga ke distribusi barang antarwilayah,” kata Agus, Sabtu (13/12/2025).

Menurut Agus, tingginya intensitas kendaraan bertonase berat menjadi penyebab utama kerusakan jalan yang terjadi berulang. Selama ini, perbaikan yang dilakukan masih sebatas tambal sulam dan tidak mampu menahan beban kendaraan besar yang melintas setiap hari.

Agus menegaskan, penanganan poros Bontang-Sangatta membutuhkan langkah serius dan terencana. Dia mendorong Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim untuk meningkatkan kualitas konstruksi jalan, salah satunya dengan menerapkan rigid beton yang dinilai lebih tahan lama.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar peningkatan jalan dilakukan melalui skema proyek multiyears, sehingga pengerjaan bisa dilakukan secara menyeluruh dan tidak parsial.

Baca Juga:  BK DPRD Kaltim Tangani Dugaan Etik Dua Legislator, Ikadin Tuntut PAW

“Ini jalur utama menuju kawasan industri Bontang dan tambang di Sangatta. Volume kendaraan terus meningkat, jadi desain jalannya juga harus disesuaikan,” ujarnya.

Agus berharap usulan tersebut segera diteruskan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurutnya, pendekatan perbaikan jangka pendek sudah tidak relevan untuk jalan dengan beban lalu lintas sebesar itu.

“Tambal sulam tidak lagi cukup. Jalan ini butuh penanganan permanen agar benar-benar fungsional dan aman,” tegasnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co