Klausa.co

Pemkot Samarinda Tegaskan Tak Ada Tambahan Anggaran Terowongan

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meluruskan informasi yang beredar terkait proyek Terowongan Samarinda. Isu adanya potensi penambahan anggaran hingga Rp133 miliar di luar nilai kontrak disebut tidak berdasar. Pemkot memastikan proyek tetap berjalan sesuai skema kontrak tahun jamak (multiyears) yang telah disepakati.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan nilai proyek Terowongan Samarinda tetap Rp395 miliar dan tidak mengalami perubahan. Dia menyebut kontrak multiyears alias tahun jamak memiliki ketentuan ketat dan tidak membuka ruang penambahan anggaran di tengah pelaksanaan.

“Tidak ada penambahan anggaran. Kontrak multiyears itu tidak boleh ditambah-tambah,” ujar Andi Harun, Jumat (19/12/2025).

Klarifikasi ini disampaikan menyusul kabar yang menyebut adanya kebutuhan dana tambahan ratusan miliar rupiah untuk proyek tersebut. Menurut AH, informasi itu keliru dan berpotensi menyesatkan publik jika tidak diluruskan sejak awal.

Baca Juga:  Menjaga Keindahan Kaltim: Tanggung Jawab Bersama di Tengah Ramainya Wisatawan

Dia menjelaskan, memang ada pembahasan teknis antara konsultan proyek dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait mitigasi risiko jangka panjang setelah terowongan selesai dibangun. Salah satu rekomendasi yang muncul adalah pelandaian lereng di sekitar kawasan terowongan guna mengantisipasi potensi longsor di masa depan.

Namun, Andi menegaskan rekomendasi tersebut berada di luar ruang lingkup kontrak pembangunan terowongan yang sedang berjalan.

“Itu bukan bagian dari kontrak multiyears. Itu usulan pascaproyek dan sifatnya terpisah,” jelasnya.

Politikus Gerindra itu menambahkan, jika di kemudian hari pemerintah daerah menilai perlu dilakukan pekerjaan mitigasi tersebut, maka anggarannya akan diajukan sebagai program baru. Dengan demikian, tidak ada kaitannya dengan nilai kontrak proyek Terowongan Samarinda yang telah disepakati.

Baca Juga:  Pemilu 2024, Target Gerindra Menangkan Prabowo, Rebut Kursi Pimpinan Tiap Daerah

Andi Harun juga membantah keras narasi yang menyebut nilai proyek multiyears bertambah hingga ratusan miliar rupiah. Wali Kota menyatakan seluruh proses penganggaran telah mendapat persetujuan DPRD Kota Samarinda dan secara administratif akan ditutup pada akhir tahun anggaran ini.

“Tidak benar, sama sekali tidak benar ada penambahan anggaran. Kesepakatan multiyears itu berdasarkan persetujuan DPRD dan per 31 Desember semuanya sudah close,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan agar informasi terkait proyek strategis daerah disampaikan secara hati-hati dan berbasis verifikasi. Menurutnya, ketidakakuratan informasi berpotensi menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat.

“Atas nama Pemkot Samarinda, saya pastikan tidak ada tambahan anggaran apa pun dalam proyek multiyears Terowongan Samarinda, dan memang tidak boleh ada,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

Baca Juga:  Rangkaian HUT Mahulu: Dari Pameran UMKM hingga Festival Telinga Panjang

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co