Klausa.co

Empat Gajah Bantu Pulihkan Pidie Jaya, BKSDA Aceh Pastikan Penggunaan Satwa Sesuai Standar Internasional

Proses pembersihan puing-puing pasca banjir Aceh yang di bantu gajah. (Foto: Ist)

Bagikan

Aceh, Klausa.co – Deretan pertokoan di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh, tampak ramai pada Selasa pagi (9/12/2025). Bukan karena aktivitas jual beli, melainkan kemunculan dua gajah sumatera yang turun dari truk merah dan berjalan tenang menuju tumpukan puing sisa banjir bandang yang melanda kawasan itu dua pekan sebelumnya.

Mido dan Ajis, dua gajah jinak dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, tentu menarik perhatian warga. Anak-anak hingga orang dewasa mengikuti langkah keduanya saat mereka diarahkan para mahout (pawang atau penunggang gajah) untuk menuju deretan rumah warga yang tertimbun kayu dan lumpur. Tumpukan material setinggi hampir 1,5 meter menutup jalan desa dan halaman rumah, menyisakan kerusakan berat yang tak bisa ditangani dengan alat berat biasa.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah terlatih ke Pidie Jaya untuk membantu pembersihan material banjir. Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan, menyebut gajah yang diturunkan. Empat satwa terlatih, Mido, Ajis, Abu, dan Noni memiliki pengalaman panjang dalam operasi kebencanaan.

Baca Juga:  Jokowi Tolak Jadi Ketum PDIP, Pilih Pensiun ke Solo

“Mereka semua dari PLG Saree dan sudah terlatih untuk kondisi seperti ini,” kata Hadi.

Begitu tiba di titik pembersihan pukul 09.00 WIB, Mido dan Ajis langsung bekerja memindahkan batang-batang kayu besar yang menutup akses warga. Menjelang siang, dua gajah lain ikut memperkuat upaya pembersihan hingga sore hari.

Namun kayu-kayu besar itu hanya permukaan masalah. Di bawahnya, lumpur tebal ikut mengubur sejumlah rumah hingga separuh badan. Desa yang sebelumnya asri kini tampak seperti lokasi bencana besar.

Empat gajah ini bukan pemain baru. Pada 2004, mereka turut terlibat dalam evakuasi korban tsunami Aceh. Menurut Hadi, gajah sangat berguna di lokasi yang tidak bisa dijangkau alat berat.

Baca Juga:  Merauke, Daerah Paling Timur Indonesia yang Dikunjungi Ganjar Pranowo di Kampanye Perdana

“Fokus kami membuka akses ke rumah-rumah warga, menyingkirkan material, dan jika ditemukan korban, gajah juga bisa membantu proses evakuasi,” ujarnya.

Operasi ini direncanakan berlangsung selama tujuh hari, mulai 8-14 Desember. Untuk saat ini, bantuan difokuskan di Pidie Jaya karena akses ke kabupaten lain belum memungkinkan.

Penggunaan gajah dalam operasi pascabencana kembali memunculkan perdebatan. Sejumlah warganet menilai hal ini sebagai bentuk eksploitasi satwa. BKSDA membantah tudingan tersebut dan memastikan seluruh proses dilakukan dengan standar kesejahteraan satwa yang ketat.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang, menjelaskan bahwa setiap pengerahan gajah dilakukan melalui survei lokasi, penentuan rute aman, titik kerja yang sesuai, dan pengaturan durasi yang tidak membebani satwa.

Baca Juga:  Kaltim Raih Penghargaan Nasional: Pemanfaatan Pascatambang Jadi Sorotan

“Kami siapkan area istirahat, pakan, suplemen, hingga pemantauan kesehatan rutin,” tegasnya.

Selain itu, satu unit mobil slip-on dengan tangki air ditempatkan di lokasi untuk memastikan kebutuhan minum gajah tercukupi. Mobilisasi gajah dari tempat tambat ke titik kerja juga dilakukan dengan truk khusus untuk menghindari stres.

Penentuan titik kerja dilakukan bersama Bupati Pidie Jaya serta unsur kepolisian. Setiap unit gajah didampingi mahout, polisi kehutanan, dan dokter hewan lengkap dengan perlengkapan medis.

“Pengawalan kepolisian memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib dan aman,” kata Ujang.

Ia menilai penggunaan gajah terlatih merupakan upaya realistis dalam kondisi darurat, terutama untuk kawasan yang mustahil dijangkau alat berat.

“Ini kolaborasi untuk mempercepat pemulihan lingkungan. Yang paling penting, prinsip kesejahteraan satwa selalu jadi prioritas,” ujarnya. (Nur/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co