Klausa.co

Gratispol Pendidikan Kaltim Meluas, Penerima Beasiswa Ditarget Tembus 60 Ribu Mahasiswa

Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah.

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperluas cakupan Program Gratispol Pendidikan pada 2026. Jumlah penerima manfaat beasiswa daerah itu ditarget meningkat drastis menjadi 60 ribu mahasiswa atau lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang menjangkau sekitar 25 ribu mahasiswa.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kalimantan Timur, Dasmiah, mengatakan peningkatan kuota dilakukan untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi mahasiswa asal Kaltim. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Menurut Dasmiah, Pemprov Kaltim saat ini terus mengintensifkan sosialisasi program ke berbagai perguruan tinggi. Upaya itu dilakukan agar mahasiswa memahami mekanisme pendaftaran, syarat administrasi, hingga tahapan verifikasi yang harus dilalui untuk mendapatkan bantuan pendidikan.

Baca Juga:  Refleksi Hardiknas 2025: Komisi IV DPRD Kaltim Soroti Kualitas dan Keadilan Pendidikan

“Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Karena itu, mereka perlu memahami mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Meski demikian, pelaksanaan Program Gratispol Pendidikan masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala yang kerap ditemui adalah persoalan administrasi, mulai dari pemahaman sistem pendaftaran daring hingga rincian komponen biaya pendidikan yang dapat ditanggung program tersebut.

Untuk mengatasi hal itu, Biro Kesra terus memberikan pendampingan kepada mahasiswa selama proses pengajuan bantuan. Pendampingan dilakukan agar peserta tidak mengalami kendala saat mengunggah dokumen maupun ketika proses verifikasi berlangsung.

Dasmiah menegaskan, seluruh bantuan pendidikan disalurkan berdasarkan data yang disampaikan mahasiswa dan perguruan tinggi mitra. Karena itu, akurasi data menjadi faktor penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Baca Juga:  Transformasi Ekonomi Kukar, Rendi Solihin Serahkan Bantuan ke Nelayan dan Pembudidaya Ikan di Muara Badak

“Data yang kami gunakan berasal dari mahasiswa dan perguruan tinggi. Ketepatan data sangat penting agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan program,” katanya.

Pemprov Kaltim juga mengingatkan mahasiswa yang belum menyelesaikan proses pendaftaran agar segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi. Pendaftaran Program Gratispol Pendidikan dijadwalkan ditutup pada 30 Juni 2026.

Saat ini, program tersebut didukung kerja sama dengan 52 perguruan tinggi mitra serta penguatan sistem pendataan berbasis digital. Pemerintah daerah optimistis langkah itu dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sekaligus memastikan manfaat program dirasakan lebih banyak mahasiswa di Kaltim.

“Harapan kami, pelaksanaannya semakin tepat sasaran dan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Kalimantan Timur,” tutup Dasmiah. (Din/Fch/Klausa)

Baca Juga:  Bunda Harum Lantik Pengurus PKK Kukar, Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Cegah Stunting dan TBC

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co