Samarinda, Klausa.co – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APM Kaltim) berujung pembubaran paksa oleh aparat kepolisian pada Selasa (21/4/2026) malam, setelah massa tetap bertahan melewati batas waktu yang ditentukan.
Sejak awal, aparat telah menetapkan pukul 18.00 Wita sebagai batas akhir penyampaian aspirasi sesuai protokol pengamanan. Namun, hingga waktu tersebut terlewati, sebagian massa masih bertahan di lokasi aksi.
Jenderal Lapangan aksi, Fathurrahman, sempat menutup rangkaian demonstrasi dengan seruan damai. Ia menegaskan bahwa massa telah berkomitmen menjaga aksi tetap tertib tanpa perusakan.
“Hari ini kita berkomitmen untuk tidak merusak dan melukai. Kita sudah menang di DPRD tadi, kawan-kawan,” ujarnya dalam orasi penutup.
Dia juga mengajak massa mengakhiri aksi secara simbolis dengan menyanyikan lagu kebangsaan.
“Kita memulai aksi dengan lagu Indonesia Raya, maka semestinya kita juga mengakhiri dengan lagu kebangsaan kita,” katanya.
Sejumlah peserta aksi mulai membubarkan diri, bahkan truk komando telah meninggalkan titik unjuk rasa. Namun, situasi kembali memanas ketika sebagian massa yang tersisa menolak mundur karena merasa tuntutan mereka belum direspons langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, maupun Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.
Polisi kemudian memberikan peringatan melalui pengeras suara agar massa segera membubarkan diri. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil jika imbauan tersebut tidak diindahkan.
“Silakan membubarkan diri, atau kami akan memberikan tindakan tegas,” ucapnya.
Ketegangan meningkat saat aparat mulai bergerak dengan perlengkapan pengendalian massa, termasuk tameng dan rotan. Empat unit water cannon juga disiagakan di lokasi.
Sebagian massa melakukan aksi bakar-bakar sampah sebagai bentuk perlawanan. Situasi semakin tidak terkendali ketika aparat akhirnya melakukan pembubaran paksa sekitar pukul 18.31 Wita menggunakan water cannon dan personel pengamanan.
Massa yang bertahan merespons dengan melemparkan berbagai benda ke arah petugas, mulai dari benda keras hingga botol air minum kemasan.
Kekecewaan massa disebut dipicu oleh tidak hadirnya pimpinan daerah di tengah aksi yang telah berlangsung sejak pagi. Hingga demonstrasi berakhir, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim tidak menemui para demonstran secara langsung. (Din/Fch/Klausa)
















