Samarinda, Klausa.co – Penolakan terhadap rencana penerimaan transmigran baru di Kabupaten Paser kian menguat. Warga menilai kebutuhan masyarakat lokal masih jauh dari kata terpenuhi. Sikap itu mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Yenni Eviliana.
“Pesan dari aksi kemarin sudah jelas. Masyarakat menolak masuknya transmigran baru jika kebutuhan mereka sendiri belum diakomodasi. Saya mendukung sepenuhnya,” ujar Yenni, Kamis (4/9/2025).
Menurut legislator dari dapil Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser itu, pemerintah tidak bisa menggulirkan program transmigrasi begitu saja tanpa memperhatikan keadilan bagi penduduk asli. Ia menegaskan, akses lahan pertanian dan perkebunan bagi warga lokal harus lebih dulu dijamin.
“Kalau kebutuhan warga asli sudah terpenuhi, barulah kita bisa berbicara soal peluang untuk transmigran. Jangan sampai penduduk lokal terpinggirkan,” tegasnya.
Meski menolak gelombang baru, Yenni mengingatkan bahwa transmigran lama yang sudah lama bermukim tetap perlu mendapat perhatian, terutama di sektor pertanian. “Mereka yang sudah membaur tentu harus tetap dibantu. Tapi untuk gelombang baru, masyarakat menolak,” katanya.
Yenni menambahkan, DPRD Kaltim akan menyalurkan aspirasi penolakan ini kepada pemerintah provinsi hingga pusat.
“Program transmigrasi tidak bisa berjalan jika kuota lokal belum dipenuhi. Ini soal keadilan,” ucapnya.
Ia juga menekankan agar polemik ini tidak merusak kerukunan antarwarga.
“Kerukunan sosial tetap harus dijaga. Apa pun sukunya, kita harus hidup damai dan saling menghormati,” tutup Yenni. (Din/Fch/Klausa)














