Klausa.co

DPRD Kaltim Soroti Krisis Daya Tampung SMA di Berau dan Kutai Timur

Anggota DPRD Kaltim, Agus Aras. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Lonjakan jumlah pelajar di wilayah pesisir dan kawasan industri Kalimantan Timur (Kaltim) kian menekan ketersediaan sekolah menengah. DPRD Kaltim mendorong percepatan pembangunan fasilitas pendidikan agar daya tampung tidak semakin tertinggal dari kebutuhan.

Anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan VI, Agus Aras, menegaskan pentingnya pembangunan tiga sekolah menengah atas yang masuk daftar prioritas pada 2026. Fokus utama berada di Kabupaten Berau dan Kutai Timur (Kutim), wilayah yang pertumbuhan siswanya dinilai paling cepat.

Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah rencana pembangunan SMA Negeri 16 Berau. Agus menilai, peningkatan jumlah peserta didik di daerah tersebut tidak lagi sebanding dengan ketersediaan sarana pendidikan yang ada.

Baca Juga:  APBD Kutim Tidak Hilang, Sekda: Ini Soal Prioritas Program

“Pertumbuhan siswa cukup signifikan. Kehadiran SMA Negeri 16 Berau menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat,” kata Agus, Sabtu (13/12/2025).

Selain Berau, dua sekolah di Kutim juga masuk dalam usulan prioritas. SMA Negeri 3 Sangatta Utara didorong mendapatkan Unit Sekolah Baru (USB) untuk menambah kapasitas penerimaan siswa. Sementara SMA Negeri 2 Sangatta Selatan dinilai perlu peningkatan fasilitas guna menopang beban pendidikan yang terus meningkat.

Menurut Agus, kesiapan daerah menjadi faktor penting dalam mendorong realisasi pembangunan. Pemerintah Kabupaten Kutim, kata dia, telah menyiapkan lahan untuk ketiga sekolah tersebut, sehingga proses pembangunan diharapkan dapat berjalan tanpa kendala berarti.

“Dengan kesiapan lahan, kami berharap pembangunan bisa berjalan sesuai rencana dan tidak tertunda,” ujarnya.

Baca Juga:  Balikpapan Juara Umum POPDA XVII, DPRD Kaltim Dorong Pembinaan Atlet Muda Berkelanjutan

DPRD Kaltim menilai percepatan pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan menengah di seluruh wilayah provinsi. Ketersediaan sekolah yang memadai dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di daerah dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi.

“Kebutuhan pendidikan menengah terus meningkat. Pemerintah harus hadir memastikan fasilitasnya seimbang dengan tuntutan zaman,” pungkas Agus. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co