Samarinda, Klausa.co – Ketegangan mewarnai proyek Terowongan Samarinda di sisi Jalan Kakap, pada Rabu malam (15/10/2025). Puluhan menuding aktivitas proyek sebagai penyebab rumah-rumah di sekitar lokasi mengalami keretakan.
Berdasar video yang beredar di media sosial, menunjukkan sejumlah warga memperlihatkan dinding, lantai, dan kamar mandi rumah mereka yang retak yang diduga akibat getaran.
Getaran yang dirasakan warga disebut kian terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Ini seiring intensitas pekerjaan di terowongan yang meningkat. Keretakan besar tampak di beberapa rumah yang posisinya berdekatan dengan area pengerukan tanah.
Situasi memanas ketika warga yang tak puas menyambangi lokasi proyek. Mereka mendesak pelaksana menghentikan sementara aktivitas hingga ada kejelasan penyebab getaran dan mekanisme ganti rugi atas kerusakan rumah.
Ketakutan warga beralasan. Pasalnya, sejumlah rumah yang mengalami kerusakan berada di lereng bukit.
Petugas keamanan proyek tampak berusaha menenangkan massa. Namun, hingga malam hari, alat berat masih beroperasi di dalam area terowongan. Aparat kepolisian turut berjaga di sekitar lokasi untuk mencegah bentrokan.
Ketegangan antara warga dan pihak proyek disebut masih berlanjut. Warga menunggu tanggapan resmi dari pihak pelaksana pekerjaan maupun pemerintah setempat terkait kerusakan.
Sebagai informasi, pembangunan Terowongan Samarinda atau Terowongan Sultan Alimuddin dimulai sejak Januari 2023. Pembangunan terowongan ini diharap dapat mengurai kemacetan di Jalan Otto Iskandardinata, dengan mengarahkan kendaraan melalui terowongan. Proyek tersebut awalnya ditargetkan rampung pada 2024, namun hingga kini belum selesai karena persoalan teknis dan anggaran. (Nur/Fch/Klausa)



















