Klausa.co

Beras Tak Layak dan Mahal Beredar di Kaltim, DPPKUKM Lakukan Pengawasan

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih ( Foto : Din/Klausa )

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Kualitas beras di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mendapat temuan. Dari berbagai merek beras yang diuji laboratorium oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, mayoritas tidak memenuhi standar mutu dan dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan

Pengujian dilakukan terhadap tujuh merek. Di antaranya, Bondy, Putri Koki, Ikan Sembilang, Raja Lele, Sedap Wangi, Berlian Batu Mulia, dan 35 Rahma.

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan, bahwa tim pengawasan telah mengambil 17 sampel dari berbagai lokasi, namun baru tujuh di antaranya yang telah keluar hasilnya.

“Hasil laboratorium menunjukkan sejumlah parameter kualitas beras dari beberapa merek tidak sesuai standar. Misalnya pada merek Sedap Wangi, ditemukan ketidaksesuaian pada butir kepala, butir patah, menir, butir kuning, dan butir kapur,” jelas Heni, Senin (4/8/2025).

Selain kualitas, pihaknya juga mencatat adanya pelanggaran terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Dari pemantauan harga di sejumlah swalayan dan pasar, hanya dua merek yang dijual sesuai HET sebesar Rp15.400 per kilogram.

Baca Juga:  Kebutuhan Pokok Masyarakat Kaltim Dipastikan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 2023

Sementara merek lainnya dijual dengan selisih harga mulai dari Rp600 hingga Rp2.200 per kilogram di atas HET. Temuan ini menjadi perhatian serius DPPKUKM Kaltim.

Heni menegaskan, bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan untuk melindungi konsumen dari produk yang tidak sesuai standar.

“Langkah ini penting agar masyarakat mendapatkan beras yang layak konsumsi dan tidak dirugikan. Kami mengimbau konsumen agar lebih cermat dalam memilih produk, termasuk memeriksa label dan informasi mutu pada kemasan,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co