Klausa.co

Satpol-PP Bongkar Warung Iga Bakar Sunaryo, Pemilik dan 29 Karyawan Pasrah

Suasana Pembongkaran Warung Makan Iga Bakar Sunaryo yang terletak di simpang empat jalan Ahmad Yani - Gatot Subroto, Selasa (6/9/2022).

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Kota Samarinda melalui Satpol-PP melakukan penertiban dan pembongkaran terhadap Warung Makan Iga Bakar Sunaryo yang terletak di simpang empat jalan Ahmad Yani – Gatot Subroto, Selasa (6/9/2022).

Alasan pemerintah melakukan penertiban ini berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2014 tentang RTRW Kota Samarinda Tahun 2014-2034 pasal 101 Ayat 2. Warung Iga Bakar Sunaryo dianggap mengganggu estetika Kota Samarinda, sehingga sudah sepatutnya ditertibkan.

Yani, salah satu pemilik warung mengaku sudah mendapatkan peringatan terkait penertiban ini. Akan tetapi, pihaknya belum berkesempatan melakukan audiensi bersama pemerintah hingga saat ini. Camat Sungai Pinang dan Satpol-PP pun dirasa tidak menepati janjinya untuk melakukan audiensi bersama Wali Kota Andi Harun.

Meski demikian, ia memaklumi perangkat Pemkot Samarinda melakukan penertiban. Hal itu terbukti ketika pihaknya sama sekali tidak melakukan tindakan anarkis segala macam untuk menghentikan pembongkaran Warung Makan Iga Bakar Sunaryo.

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun di Jalan Suryanata Samarinda, 1 Pengendara Motor Tewas Dilindas Truk
Advertisements

“Kami akan mengusahakan untuk audiensi, karena ada 29 karyawan dan pihak lainnya yang bergantung di sini. Tapi apakah pemerintah memikirkannya, apakah sepadan siklus perekonomian ini dengan estetika kota,” ucapnya.

Apabila pemerintah mempermasalahkan perizinan dan pajak yang belum dilakukan pihaknya, Yani menegaskan agar semua itu bisa dibicarakan terlebih dulu. Namun, bukannya memberikan pembinaan terkait perizinan dan pajak, pemerintah malah membahas soal estetika kota.

“Usaha ini sudah 3 tahun, belum ada teguran soal perizinan. Kenapa baru sekarang, ketika ditegur apakah kami harus langsung tutup dan tidak diberikan kesempatan untuk perizinan. Wali kota harus terbiasa dengan solusi, harus ada evaluasi dan solusinya dulu. Makanya kita berharap bisa audiensi sama pak wali kota. Kan, hingga saat ini juga belum ada usulan tempat baru,” jelasnya.

Ia juga menuturkan alasannya belum menutup Warung Iga Bakar Sunaryo dari kemarin karena berusaha memaksimalkan dana atau omzet untuk membayar karyawan yang akan menganggur sementara waktu.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Mahulu Targetkan 7 Kursi pada Pileg 2024
Advertisements

“Tidak ada yang memikirkan soal itu. Tidak ada yang memberikan solusi soal itu. Selama tidak dibongkar, kami akan terus berjalan. Kami minta jangan dihancurkan segala macam, karena itu modal kami untuk berjualan. Suatu saat jika kami pindah akan dibangun kembali,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Samarinda Muhammad Darham mengatakan bahwa seharusnya lahan yang digunakan Warung Iga Bakar Sunaryo ini untuk lahan parkir. Sehingga, ditetapkan melanggar aturan dan estetika kota.

“Salah satunya, tak ada izin perdagangan dan pembayaran pajak berdasarkan laporan Bapenda Samarinda. Sejak Covid-19 2020 silam juga kita sering datang ke sini dan sudah mengingatkan. Waktu untuk jualan kan ada, tapi mereka tetap usaha sampai larut malam,” katanya.

Pada dasarnya, pemerintah memberikan solusi apabila pihak terkait mau berdiskusi dengan pihak kecamatan dan kelurahan. Contohnya, pedagang kaki lima yang berjualan buah di sekitar Masjid Islamic Center. Saat ini, mereka menyewa tanah kosong sehingga pedagang buah durian tersentral di satu titik.

Baca Juga:  Wali Kota Samarinda Sesalkan Atas Peristiwa Pasien Meninggal Dunia Akibat Ditolak RSUD AWS
Advertisements

“Semoga ada tempat alternatif sebagai solusi bagi mereka (Warung Iga Bakar Sunaryo). Barang-barang mereka akan kami bawa ke kantor Satpol PP dulu agar dibuatkan berita acara, nanti bisa diambil sesuai SOP kami. Ini mengantisipasi agar ketika dibongkar, tidak kembali berjualan,” paparnya.

Selain Warung Iga Bakar Sunaryo, akan ada pembongkaran selanjutnya di daerah lain berdasarkan intruksi Wali Kota Samarinda. Semuanya akan dijalankan sesuai aturan yang ada. “Nanti melalui kelurahan dan kecamatan dulu. Siapa tau ada jalan keluarnya. Kalau tidak, ya kami yang turun tangan membongkar,” tutupnya.

(APR/Klausa) 

 

IKUTI BERITA KLAUSA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Advertisements

.

Bagikan

logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co