Klausa.co

Pelindo Perketat Pengawasan Kapal di Sungai Mahakam Usai Dua Insiden Tabrakan Jembatan Mahulu

General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Dua insiden tertabraknya Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu) dalam rentang waktu berdekatan memicu evaluasi serius terhadap pengelolaan lalu lintas kapal di Sungai Mahakam. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Samarinda memastikan pengawasan kepanduan kapal akan diperketat, dengan skema pengawasan penuh selama 24 jam.

General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, mengatakan penguatan pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat kawasan jembatan merupakan objek vital yang berisiko tinggi.

“Selama ini pengawasan sudah ada, tetapi kami menilai perlu peningkatan. Ke depan, fungsi pemanduan akan berjalan sepanjang waktu, tidak terbatas pada jam operasional atau saat ada jadwal kapal melintas,” ujar Suparman, Kamis (8/1/2026)

Dia menjelaskan, pengawasan berkelanjutan tetap dilakukan meski tidak terdapat rencana pergerakan kapal di bawah jembatan. Skema ini diharapkan mampu menutup celah pengawasan yang selama ini masih terjadi, terutama pada aktivitas kapal di luar jam pandu resmi.

Baca Juga:  Tabrakan Tongkang Terulang, Pemprov Kaltim Siapkan Pengetatan Jalur Sungai Mahakam

Pelindo mencatat dua insiden penabrakan terjadi pada 23 Desember 2025 dan 4 Januari 2026. Berdasarkan evaluasi awal, kedua kejadian tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pengolongan kapal yang tidak sepenuhnya berada dalam pengawasan pemanduan resmi.

“Evaluasi ini menjadi momentum untuk membenahi kelemahan yang ada, khususnya di sektor kepanduan dan pengawasan lalu lintas sungai,” katanya.

Selain penguatan personel, Pelindo juga akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pendukung. Sistem komunikasi radio dan perangkat pemantauan lainnya akan dimaksimalkan untuk memastikan pergerakan kapal dapat terpantau secara real time.

Suparman menegaskan, Pelindo juga terus menjalin kerja sama dengan Perusahaan Daerah PT Melati Bhakti Satya (MBS). Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan kapal tunda untuk pemanduan serta pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sekitar area Jembatan Mahulu.

Baca Juga:  Pilar Jembatan Mahulu Ditabrak Ponton, Pelayaran Sungai Mahakam Dibatasi Sementara

Di luar aspek teknis, perlindungan terhadap infrastruktur jembatan turut diperkuat melalui skema asuransi yang dikelola oleh Perusda. Dalam kerja sama tersebut, Pelindo berperan sebagai pihak pembiaya, sementara pelaksanaan teknis berada di bawah tanggung jawab Perusda.

“Koordinasi lintas instansi harus dilakukan secara terbuka agar setiap kekurangan bisa segera diidentifikasi. Perbaikan akan kami lakukan sesuai aturan yang berlaku, dengan tujuan utama mencegah terulangnya insiden,” pungkas Suparman. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co