Samarinda, Klausa.co – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda menyiapkan sejumlah langkah pengamanan menyusul kembali terjadinya insiden tabrakan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). Upaya tersebut difokuskan pada penguatan perlindungan infrastruktur jembatan serta penertiban aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam.
Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penggantian sekaligus penambahan fender dolphin sebagai pelindung pilar jembatan. Langkah ini diambil karena minimnya pelindung dinilai menjadi salah satu faktor tingginya risiko tabrakan.
“Kami akan mengganti dolphin yang rusak dan menyesuaikan jumlahnya. Karena fender dolphin belum tersedia, pengaman sementara akan menggunakan dolphin berbentuk kapal tunda,” ujar Mursidi, Selasa (6/1/2026).
Selain penguatan sarana pengaman, KSOP juga berencana membentuk posko terpadu bersama kepolisian dan instansi penegak hukum lainnya. Posko ini bertujuan untuk mengawasi serta menertibkan kapal-kapal yang melakukan tambatan secara ilegal di sekitar Jembatan Mahulu.
“Kami akan berkoordinasi dengan Kapolda dan unsur hukum terkait untuk membentuk posko bersama, khususnya dalam penertiban tambatan yang tidak sesuai aturan,” katanya.
Mursidi menjelaskan, hasil evaluasi awal menunjukkan sebagian besar insiden dipicu oleh kapal yang larat akibat bertambat di lokasi terlarang, terutama di area dekat jembatan.
“Masalah utamanya adalah kapal larat karena tambat di tempat yang tidak sesuai ketentuan. Ini yang sering memicu kejadian,” tegasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan standar operasional prosedur pelayaran, kapal dilarang melakukan tambatan di depan maupun di sekitar Jembatan Mahulu. Jarak aman yang direkomendasikan berada di kisaran 1.000 hingga 1.200 meter dari jembatan.
“Dalam SOP sudah jelas, tambatan kapal harus berada minimal satu hingga satu koma dua kilometer dari jembatan,” jelasnya.
KSOP Kelas I Samarinda memastikan penataan ulang lokasi tambatan kapal serta penguatan sistem pengamanan pelayaran akan segera dilaksanakan sebagai langkah pencegahan jangka pendek maupun jangka panjang.
“Tujuannya agar insiden serupa tidak terulang dan keselamatan jembatan serta pengguna alur Sungai Mahakam dapat terjamin,” pungkas Mursidi. (Din/Fch/Klausa)















