Klausa.co

Hasto Kristiyanto Menangis Saat Bicara Soal Hubungan PDIP dan Jokowi

Tangkapan layar dari YouTube Akbar Faizal Uncensored (Foto: Ist)

Bagikan

Jakarta, Klausa.co – “Kami sangat sedih. Bu Mega itu mengawal Pak Jokowi. Semua (kader PDIP). Saya belum menghitung (tingkat) ranting-ranting itu,” ujar Sekretaris PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sambil menangis, di hadapan tuan rumah siniar Akbar Faizal Uncensored, Akbar Faizal, yang tayang di YouTube pada Kamis (9/11/2023).

Hasto menumpahkan air mata saat berbicara soal hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan para kader PDIP dengan Jokowi, setelah nama terakhir tersebut terkesan meninggalkan partainya. Hasto mengaku merasa sakit hati, tetapi tetap menghormati Jokowi sebagai presiden.

Hasto mengungkapkan, banyak kader PDIP di tingkat ranting yang bertanya kenapa Jokowi bisa berubah sikap. “Saya hanya bisa memberikan penjelasan bahwa manusia bisa berubah oleh sisi-sisi kegelapan,” kata pria yang tertarik dengan cerita-cerita wayang dan alam budaya Jawa itu.

Baca Juga:  Akmal Malik Pastikan MTQ Nasional XXX di Kaltim Berbeda dan Lebih Modern

Hasto juga membuka soal wacana Jokowi presiden tiga periode yang ditolak oleh PDIP. Wacana yang inkonstitusional itu sempat heboh, dan disebut-sebut berasal dari para pembantu presiden, seperti Bahlil Lahadalia, Muhaimin Iskandar, Airlangga Hartarto, dan Zulkifli Hasan.

Hasto mengatakan, dia pernah bertemu dengan Luhut Binsar, orang dekat Jokowi, yang mengklaim bahwa 70 persen PDIP mendukung Jokowi tiga periode. “Pak Luhut, itu tidak mungkin. Data Bapak salah. Kami juga punya big data. Data kami mengatakan tidak seperti itu,” ujar Hasto, menolak wacana tersebut.

Hasto menambahkan, saat dia menyekar ke makam Bung Karno, dia membaca berita yang menyebutkan hal yang sama. Dia langsung balik ke Jakarta menemui Bu Mega untuk meminta petunjuk. “Ibu bilang, konstitusi itu punya roh. Saya pun diminta untuk menyampaikan sikap PDIP, bahwa kami tidak setuju dengan perpanjangan,” tutur Hasto.

Baca Juga:  Gibran, Cawapres Prabowo tapi Tetap Anggota PDI Perjuangan

Hasto mengatakan, sikap PDIP itu mungkin menjadi awal dari perbedaan dengan Jokowi. Namun, dia menegaskan, PDIP tetap akan mendukung Jokowi menjalankan tugasnya sampai akhir jabatannya. “Dengan apa yang terjadi, ini bukan seberapa sakitnya, kami sudah biasa mengalami sakit itu. Ini bagian dari gemblengan-gemblengan sejarah,” katanya. (Mar/Bob/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co