Klausa.co

Proyek Jalan di Kutim dan Kubar Dikebut, PUPR Kaltim Tak Ingin Sisakan SILPA

Kepala Dinas PUPR Kaltim, AM. Fitra Firnanda. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Menjelang tutup tahun anggaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalimantan Timur (PUPR Kaltim) bergerak cepat. Seluruh proyek jalan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota dikebut pengerjaannya agar tidak menyisakan anggaran mengendap alias SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) pada akhir 2025.

Kepala Dinas PUPR Kaltim, A.M. Fitra Firnanda, menegaskan seluruh jajarannya telah mendapat instruksi percepatan di lapangan. Langkah itu dilakukan bukan hanya untuk mengejar realisasi anggaran, tetapi juga memastikan seluruh target infrastruktur rampung tepat waktu.

“Semua mendekati akhir tahun ini otomatis arahannya untuk percepatan. Jadi bagaimana caranya supaya dalam waktu dekat bisa kita kejar,” ujar Fitra, Senin (13/10/2025).

Percepatan tersebut diterapkan secara langsung di lapangan, mulai dari penambahan tenaga kerja dan peralatan hingga penerapan sistem kerja bergilir atau shift malam di lokasi yang membutuhkan penyelesaian cepat.

Baca Juga:  Pemkot Samarinda Lanjutkan Program Pengendalian Banjir, Pembebasan Lahan Segmen Ruhui Rahayu-Gelatik Dimulai

“Caranya ya begitu, harus dimulai dari lapangan,” tegasnya.

Hingga pertengahan Oktober, progres realisasi anggaran Dinas PUPR Kaltim telah mencapai sekitar 56 persen. Sejumlah proyek jalan utama masih terus berjalan, termasuk di wilayah Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Timur (Kutim) yang menjadi fokus utama penyelesaian tahun ini.

“Jalannya di mana-mana, mulai dari Kutai Barat, kemudian Kutai Timur, tersebar di 10 kabupaten/kota,” kata Fitra.

Selain proyek jalan, PUPR Kaltim juga menargetkan rampungnya pembangunan Gedung Perawatan Pandurata di RSUD A.W. Syahranie Samarinda sebelum akhir tahun. Meski demikian, Fitra menegaskan fokus utama instansinya tetap pada infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan yang menjadi tulang punggung konektivitas antardaerah.

Baca Juga:  Gelar Sosialisasi Penyelenggaraan Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi untuk IKN, Fitra: Masyarakat Lokal Harus Terlibat

“Fokusnya tetap fisik, terutama jalan dan jembatan sebagai penopang konektivitas wilayah,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co