Samarinda, Klausa.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim) menyoroti kekurangan tenaga pengajar di tingkat SMA, SMK, dan SLB, khususnya di kota Samarinda dan Balikpapan. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan, mengingat lulusan SMK menjadi tulang punggung tenaga kerja siap pakai bagi industri dan sektor usaha lainnya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menekankan bahwa persoalan kekurangan guru produktif harus segera diatasi oleh pemerintah provinsi.
“SMK dipersiapkan agar siswanya siap bekerja. Namun banyak sekolah kita kekurangan guru yang sesuai keahlian dan kompetensi mereka,” ujarnya saat ditemui, Jum’at (28/11/2025),
Darlis mengungkapkan, kekurangan tenaga pengajar terjadi di seluruh jenjang yang berada di bawah kewenangan Pemprov Kaltim.
“Di SMK saja, kita masih kekurangan hampir dua ribu guru produktif. Untuk SMA, kekurangannya sekitar seribu guru, dan SLB masih kurang 500 guru. Ini angka yang sangat tinggi,” tambahnya.
Menurutnya, kekurangan guru produktif secara langsung berdampak pada kualitas dan kompetensi lulusan, terutama di SMK yang menyiapkan tenaga kerja siap pakai. Oleh karena itu, DPRD Kaltim mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk segera menyusun strategi jangka panjang.
Langkah yang dimaksud termasuk pemetaan kebutuhan guru di setiap daerah, sehingga perencanaan rekrutmen dan distribusi guru lebih tepat sasaran.
“Kami mengimbau dinas pendidikan membuat peta jalan pemenuhan guru, agar kualitas pendidikan kita tetap terjaga,” tegas Darlis. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)
















