Klausa.co

Dana UKT GratisPol Kaltim Mulai Cair Pertengahan November, Unmul Mulai Terkendala Arus Kas

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Dasmiah. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Usai molor hingga akhir Oktober, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan dana bantuan pendidikan program Uang Kuliah Tunggal (UKT) GratisPol akan mulai dicairkan pada pertengahan November 2025. Program ini menjadi salah satu andalan Pemprov dalam mendukung mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) di Bumi Etam.

Keterlambatan pencairan turut dirasakan kampus penerima, termasuk Universitas Mulawarman (Unmul). Rektor Unmul, Prof. Abdunnur, membenarkan bahwa hingga akhir Oktober pihaknya belum menerima kejelasan jadwal penyaluran dana.

“Unmul memang punya beberapa sumber pendanaan, dari APBN, rupiah murni, BOPTN, hingga saldo awal BLUD dan tuition fee. Tapi kami tetap menunggu realisasi dukungan dari Pemprov lewat program GratisPol,” ujarnya, Selasa (29/10/2025).

Menurut Abdunnur, total bantuan yang seharusnya diterima Unmul mencapai Rp21 miliar, sekitar 10 persen dari total Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) kampus yang mencapai Rp245 miliar. Meski aktivitas akademik berjalan normal, ia mengakui arus kas universitas sempat tersendat karena dana UKT GratisPol belum turun.

Baca Juga:  SMA Negeri 10 Samarinda Ditetapkan Jadi Sekolah Garuda Transformasi, Fokus Cetak Lulusan Global

“Cash flow kami tertahan karena tuition fee mahasiswa yang biasanya masuk di awal tahun akademik kini dikonversi ke bantuan GratisPol. Jadi, penerimaan itu otomatis tertunda,” jelasnya.

Namun, Abdunnur memastikan seluruh kegiatan akademik, penelitian, dan program kampus tetap berlangsung.

“Tidak ada kegiatan yang dihentikan. Hanya saja beberapa program pengembangan harus kami atur ulang sambil menunggu pencairan,” tambahnya.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Dasmiah, menjelaskan keterlambatan pencairan terjadi karena anggaran program UKT GratisPol baru dimasukkan ke dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Perubahan 2025.

“Dari awal kami sudah rapat tiga kali dengan PTN dan PTS. Karena pos anggarannya di perubahan, bukan di pergeseran, maka prosesnya baru bisa jalan setelah ABT selesai direview oleh Kemendagri,” kata Dasmiah, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga:  Ananda Moeis: Beasiswa Kaltim 2024, Membangun Generasi Unggul untuk Masa Depan Kaltim

Ia menyebut, review dan evaluasi ABT oleh Kementerian Dalam Negeri rampung pada akhir Oktober. Saat ini Pemprov tengah menyiapkan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai dasar pengajuan pencairan.

“Insyaallah minggu kedua November semua proses pencairan UKT bisa diselesaikan,” ujarnya optimistis.

Program UKT GratisPol tahun ini menelan anggaran Rp156 miliar, disalurkan kepada 33.600 mahasiswa dari 7 perguruan tinggi negeri dan 45 perguruan tinggi swasta di Kalltim. Penyerahan simbolis dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2025.

Dasmiah juga meminta seluruh mahasiswa untuk memastikan diri terdaftar melalui tautan resmi GratisPol sebagai basis data penerima.

“VVerifikasi kami lakukan lewat sistem itu. Kalau mahasiswa tidak mendaftar, maka otomatis tidak masuk tahap pengumuman,” tegasnya.

Baca Juga:  Kontroversi Tugu Pesut Mahakam, Antara Seni dan Kritik Publik

Juru Bicara Pemprov Kaltim sekaligus Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengonfirmasi bahwa keterlambatan pencairan disebabkan oleh proses administrasi di tingkat pusat.

“Evaluasi ABT oleh Kemendagri baru rampung minggu lalu, jadi sekarang kami sudah bisa memproses pencairan,” jelas Faisal.

Ia menegaskan bahwa dengan selesainya evaluasi tersebut, dana bantuan pendidikan akan segera mengalir ke kampus negeri dan swasta penerima.

“Insyaallah minggu ini mulai cair. Kami mohon pengertian masyarakat dan mahasiswa atas keterlambatan ini,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co