Samarinda, Klausa.co – Sungai Mahakam tercatat sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam forum internasional The Home River Bioblitz (THRB) 2025. Kegiatan ini berlangsung serentak pada 19-21 September di lebih dari 60 sungai di empat benua.
Mengacu data iNaturalist.org sebagai mitra resmi THRB, terdapat 14 negara yang terlibat, mulai dari Meksiko, Thailand, Chile, Kolombia, Amerika Serikat, hingga Tanzania. Meksiko menjadi peserta terbesar dengan 26 lokasi pengamatan, disusul Thailand dengan sembilan sungai. Indonesia hanya mengirimkan Sungai Mahakam sebagai representasi.
Di Kota Tepian, kegiatan ini digagas komunitas literasi publik SUMBU TENGAH dengan tema Observe and Save Mahakam. Acara dipusatkan di Taman Bebaya pada Minggu (21/9/2025), menggandeng berbagai mitra seperti Ikatan Alumni Kehutanan Unmul, IAMDIL, Dinas Kehutanan Kaltim, Yayasan Ulin, hingga P-TALI Kaltim.
Turut hadir sejumlah tokoh, di antaranya Direktur Pusrehut/UPT LSHK Unmul Ali Suhardiman, anggota DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry, sejarawan publik Muhammad Sarip, serta pegiat literasi Utih Arum Zahra.
Sarip menegaskan, Mahakam tak hanya jadi jalur transportasi dan sumber air, melainkan juga ruang sosial budaya masyarakat sejak masa Kesultanan Kutai.
“Samarinda tumbuh dari tepian Mahakam sebagai pusat ekonomi, dan Tenggarong berdiri dari tepian yang sama sebagai pusat politik,” ujarnya.
Sementara itu, Founder SUMBU TENGAH, Rusdianto, menjelaskan THRB tidak hanya soal pengamatan flora dan fauna, tetapi juga aksi nyata. Peserta menanam 50 bibit pohon di tepi Mahakam. Seluruh data hasil observasi diunggah ke aplikasi sains warga iNaturalist.
“Bioblitz ini melibatkan masyarakat, mahasiswa, peneliti, jurnalis, hingga komunitas untuk bersama-sama menjaga Mahakam,” katanya.
Sementara itu, Sarkowi menegaskan upaya pelestarian Mahakam harus lebih dari sekadar acara simbolis.
“Kami di Komisi IV DPRD Kaltim punya kewajiban memperjuangkan regulasi dan kebijakan yang berpihak pada lingkungan,” ujar Sarkowi. (Nur/Fch/Klausa)



















