Samarinda, Klausa.co – Campus League 2026 Basketball Regional Samarinda Season 1 menjadi panggung pembuktian perkembangan basket kampus di Kalimantan Timur (Kaltim). Digelar di GOR Indoor Serbaguna Sempaja pada 8 hingga 11 Mei 2026, kompetisi ini menghadirkan persaingan ketat antar empat perguruan tinggi sekaligus menandai ekspansi pertama Campus League ke luar Pulau Jawa.
Regional Samarinda yang mendapat dukungan penuh dari Bayan Peduli diikuti empat tim putra dari empat perguruan tinggi, yakni Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, menjelaskan Campus League musim ini digelar di lima regional, yakni Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta. Menurutnya, setiap regional memiliki format berbeda menyesuaikan jumlah peserta.
“Regional Surabaya diikuti 16 tim putra dan delapan tim putri dengan format round robin. Jogja ada 13 tim putra dan delapan tim putri, lalu ditambah babak delapan besar agar jam terbang pertandingan lebih banyak,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Sementara itu, Regional Samarinda menggunakan format setengah kompetisi atau round robin tanpa semifinal maupun final karena hanya diikuti empat tim. Penentuan juara dilakukan berdasarkan klasemen akhir.
“Dengan empat tim ini, kami menggunakan format round robin setengah kompetisi tanpa semifinal dan final. Penentuan juara, runner-up, dan peringkat tiga ditentukan dari hasil akhir klasemen. Hari pertama penentuan, hari kedua penentuan, dan hari ketiga juga penentuan,” kata Dave.
Ia menilai, karena baru musim pertama Samarinda sebagai kota ekspansi Campus League di luar Pulau Jawa, banyak kampus masih melihat dan mempelajari konsep kompetisi tersebut.
“Minat sebenarnya banyak, hanya saja mereka masih bertanya-tanya Campus League itu apa. Karena ini sistem baru bagi mereka. Waktu futsal kemarin juga begitu, setelah tahu konsepnya banyak kampus menyesal karena tidak ikut,” ujarnya.
Dave menyebut, pemilihan Samarinda juga tidak lepas dari dukungan Bayan serta perkembangan kompetisi basket tingkat SMA di Benua Etam yang dinilai cukup baik.
“Kalau melihat kualitas pemain basket di Kalimantan Timur, saya melihat ada perkembangan, karena kompetisi antar-SMA di sini berjalan dengan baik dan cukup kompetitif,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengakui tantangan utama pengembangan olahraga kampus di daerah masih berkaitan dengan infrastruktur olahraga yang belum sepenuhnya memadai.
“Bukan hanya basket, di futsal juga sama. Kadang sulit mencari venue yang benar-benar proper. Tapi kompetisi tetap harus berjalan sesuai jadwal meski ada kendala,” katanya.
Dave berharap jumlah peserta di Regional Samarinda dapat meningkat signifikan pada musim berikutnya.
“Harapan saya, pada 2027 nanti bisa berkembang menjadi delapan bahkan 12 tim. Kami pastikan Campus League akan terus digelar setiap tahun, minimal 10 tahun ke depan,” tegasnya.
Dave menjelaskan, Campus League juga membuka peluang pencarian bakat atlet muda melalui kerja sama dengan federasi basket.
“Tim kompetisi kami selalu memberikan laporan statistik kepada federasi. Nantinya federasi akan menilai pemain-pemain potensial dari berbagai daerah untuk dipanggil mengikuti seleksi. Jadi memang ada talent scouting juga dalam kompetisi ini,” jelas Dave.
Pada hari pertama pertandingan, Jumat (8/5/2026), Unmul berhasil mengalahkan Polnes dengan skor 34-29. Sementara Poltekba menang dominan atas UMKT dengan skor 62-39.
Di hari kedua, Sabtu (9/5/2026), Polnes bangkit dengan menaklukkan UMKT 52-47. Sedangkan laga derby Kalimantan Timur antara Poltekba melawan Unmul berlangsung dramatis hingga overtime.
Poltekba sempat unggul 55-53 di detik akhir, namun Unmul berhasil menyamakan kedudukan sebelum akhirnya menang 63-60 pada babak tambahan waktu.
Kapten Tim Unmul, Roitsabiq Dwi Pangga mengatakan kemenangan timnya ditentukan oleh mental bertanding dan solidaritas pemain.
“Selama waktu belum habis, kami akan terus semangat demi mendapat hasil terbaik. Yang terpenting mindset kami tenang, nggak buru-buru dan down mainnya,” katanya.
Sementara Kapten Polnes, Muhammad Rizky mengakui timnya masih memiliki kelemahan dalam mengantisipasi tembakan lawan. Namun fokus dan bermain tenang menjadi kunci kemenangan atas UMKT.
“Memang kekurangan tim saya agak lemah untuk menghalau tembakan. Tapi kunci kemenangan tadi kami bermain enjoy dan fokus supaya tidak panik,” ujarnya.
Hingga Sabtu (9/5/2026), Unmul memimpin klasemen sementara dengan empat poin. Polnes dan Poltekba sama-sama mengoleksi tiga poin, sedangkan UMKT berada di posisi terbawah dengan dua poin hasil dari dua kekalahan.
Laga penentuan juara akan berlangsung pada Minggu (10/5/2026). Tim yang keluar sebagai juara Regional Samarinda berhak melaju ke babak The National bersama wakil terbaik dari regional Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. (Din/Fch/Klausa)
















