Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana menata ulang area parkir di Pasar Segiri, pasar tradisional terbesar di kota ini. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan masalah parkir liar yang sering terjadi di sekitar pasar. Konsep yang disusun oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengusulkan pembagian proporsi parkir 70 persen untuk kendaraan roda dua dan 30 persen untuk roda empat.
“Kebanyakan pengunjung dan pedagang di Pasar Segiri menggunakan sepeda motor, jadi kami prioritaskan parkir untuk kendaraan roda dua,” kata Wali Kota Samarinda Andi Harun, Senin (12/2/2024).
Menurut Andi Harun, area parkir baru akan dibangun di belakang Pasar Segiri, yang saat ini masih berupa lahan kosong. Di sana, akan dibuat fasilitas parkir yang representatif dan berbasis taman, dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau yang ada. Selain itu, Pemkot juga akan menata area parkir kendaraan roda empat di dekat Tugu Linmas, yang sudah menjadi tempat parkir favorit warga.
“Kami ingin menciptakan lingkungan Pasar Segiri yang lebih tertata dan efisien, sehingga tidak ada lagi kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan,” ujar Andi Harun.
Konsep ini masih dalam tahap penyempurnaan, dengan melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Andi Harun mengatakan akan ada pertemuan kembali pada Kamis 15 Februari 2024 untuk membahas beberapa hal yang perlu diubah dalam konsep awal.
“Ada beberapa bagian yang saya minta dilakukan perubahan, agar konsepnya lebih sesuai dengan kondisi Pasar Segiri,” tutur Andi Harun.
Penataan area parkir ini merupakan bagian dari program revitalisasi pasar tradisional yang menjadi prioritas Pemkot Samarinda. Selain parkir, Pemkot juga akan memperbaiki fasilitas lainnya seperti los, kios, dan toilet. Harapannya, dengan pasar tradisional yang bersih, rapi, dan nyaman, pedagang dan pengunjung akan merasa lebih puas dan perdagangan di Pasar Segiri akan semakin ramai. (Yah/Fch/Klausa)


















