Samarinda, Klausa.co – Potensi produk lokal Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai belum diimbangi dengan strategi promosi yang kuat. Akibatnya, banyak produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih kesulitan menembus pasar yang lebih luas.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menilai tantangan terbesar UMKM lokal saat ini bukan lagi pada bahan baku atau kualitas produk, melainkan pada branding dan pemasaran.
Menurut Victor, Kalimantan memiliki banyak produk berbahan alami dengan karakter khas yang sebenarnya memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Namun, lemahnya promosi membuat produk-produk tersebut belum dikenal luas.
“Pemerintah harus hadir lewat promosi yang kuat. Dengan ajang pameran rutin, produk lokal kita akan semakin dikenal dan ekosistem ekonomi kreatif kita akan berkembang pesat,” ujar Viktor, Sabtu (9/5/2026).
Dia mendorong pemerintah daerah lebih aktif membangun ekosistem pemasaran bagi pelaku UMKM. Salah satu langkah yang dianggap penting ialah menggelar pameran berskala nasional secara rutin agar produk lokal memiliki ruang promosi yang lebih besar.
Viktor menilai, pameran UMKM bukan sekadar ajang memperkenalkan produk, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis dan memperluas jaringan pemasaran pelaku usaha lokal.
Selain promosi, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas kemasan, penguatan identitas merek, hingga inovasi produk agar UMKM Samarinda mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.
Menurutnya, pengembangan UMKM berbasis sumber daya lokal akan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan pendapatan masyarakat.
“Kalau produk lokal kita punya ciri khas dan promosi yang kuat, bukan tidak mungkin bisa menembus pasar luar daerah bahkan internasional,” katanya. (Din/Fch/ADV/DPRD Samarinda)


















