Lompat ke konten utama

Klausa.co

PAN Samarinda Kejar Target Tujuh Kursi, Struktur Partai Diperkuat hingga 59 Kelurahan

Agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Samarinda , di Hotel Amaris Samarinda.

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Partai Amanat Nasional (PAN) Samarinda mulai memperkuat mesin partai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan sebagai bagian dari persiapan menghadapi pemilu mendatang. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target tujuh kursi DPRD Samarinda sekaligus memperbesar peluang partai menempati posisi pimpinan di Kota Tepian.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Samarinda, Suparno, mengungkapkan penguatan struktur partai merupakan bagian dari arahan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kaltim, Erwin Izharuddin. Jajaran PAN Samarinda diminta meningkatkan kerja politik dan tidak hanya bergerak ketika tahapan pemilu telah dimulai.

Karena itu, konsolidasi organisasi menjadi salah satu agenda yang dikebut. Setelah menyelesaikan pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) di tingkat kecamatan, PAN Samarinda akan melanjutkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat ranting.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Dorong Tambahan Anggaran Diskominfo, Fokus Perkuat Layanan Digital

Sasaran konsolidasi tersebut mencakup seluruh 59 kelurahan yang tersebar di Samarinda. Struktur di tingkat paling bawah dinilai penting agar kerja organisasi dan politik partai dapat berjalan secara lebih merata.

“Setelah pelantikan dan Rakerda ini kita terus bergerak membentuk sampai ke tingkat kelurahan. Semoga di 59 kelurahan kita terbentuk,” kata Suparno dalam Rakerda I PAN Samarinda di Hotel Amaris Samarinda, Selasa (18/8/2026).

Menurut Suparno, pembentukan struktur hingga kelurahan menjadi bagian dari persiapan jangka panjang partai. PAN tidak ingin menunggu kepastian tahapan pemilu untuk mulai membangun kekuatan organisasi.

Di sisi lain, target politik yang diberikan kepada PAN Samarinda juga cukup besar. Suparno menyebut partainya ditargetkan meraih tujuh kursi di DPRD Samarinda.

Baca Juga:  Patroli Gabungan TNI di Kawasan IKN, Mencegah Penambangan Ilegal dan Menjaga Kelestarian Lingkungan

Target tersebut, kata dia, membutuhkan kerja politik yang lebih serius dari seluruh jajaran partai. Karena itu, kader dan pengurus diminta tidak berhenti pada konsolidasi administratif, tetapi ikut memperkuat kerja politik di lapangan.

“Ya, mau enggak mau harus kita kerja keras, upayakan supaya itu bisa tercapai,” ujarnya.

Rakerda I PAN Samarinda juga menjadi forum untuk membahas sejumlah agenda politik yang akan dihadapi partai. Pembahasannya mencakup pendidikan politik, verifikasi partai politik, hingga perkembangan sistem pemilu setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Untuk memperdalam pembahasan mengenai kemungkinan perubahan mekanisme pemilu, PAN menghadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai narasumber. Informasi dari penyelenggara pemilu tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bagi partai dalam menentukan langkah persiapan berikutnya.

Baca Juga:  Meriahkan Pendaftaran di KPU, Ribuan Warga Samarinda Nikmati Suguhan Gratis dari Tim Rudy-Seno

Salah satu hal yang masih menjadi perhatian adalah kepastian mengenai sistem pemilu, apakah tetap menggunakan sistem proporsional terbuka atau berubah menjadi sistem tertutup. Hingga kini, Suparno mengakui belum dapat memastikan mekanisme yang akan diterapkan.

“Apakah terbuka, apakah tertutup, kita juga sampai hari ini belum bisa menjawab itu,” katanya.

Meski mekanisme pemilu belum sepenuhnya jelas, kondisi tersebut tidak membuat PAN Samarinda menghentikan konsolidasi. Penguatan struktur di 59 kelurahan tetap diarahkan menjadi bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik berikutnya.

“Terlepas dari itu PAN siap,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co