Samarinda, Klausa.co – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Samarinda diproyeksikan berlangsung pada 8 Agustus 2026. Agenda yang sempat mengalami penundaan itu bakal menjadi forum penentuan kepengurusan baru sekaligus memilih ketua DPD II Golkar Samarinda untuk periode berikutnya.
Rencana pelaksanaan Musda tersebut masih mengacu pada arahan DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim). Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, menyebut seluruh persiapan terus dimatangkan agar agenda dapat terlaksana sesuai jadwal.
“Sejauh ini kita mengikuti arahan dari DPD I Golkar. Kemungkinan besar Musda digelar pada 8 Agustus 2026 dan insyaallah tetap berjalan sesuai rencana,” kata Andi Satya, Rabu (29/7/2026).
Nama Andi Satya menjadi salah satu kader yang disebut masuk dalam bursa calon Ketua DPD II Golkar Samarinda. Meski demikian, ia menegaskan proses pemilihan sepenuhnya berada di tangan para pemegang hak suara dalam Musda.
Menurut dia, setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin partai selama memperoleh dukungan mayoritas peserta yang memiliki mandat memilih ketua.
“Semua bergantung pada dukungan para pemilik suara. Jika nanti mereka memberikan amanah kepada saya, tentu saya siap menjalankan tugas itu,” ujarnya.
Belakangan, muncul pula pembicaraan di internal partai bahwa sosok yang terpilih memimpin DPD II Golkar Samarinda berpotensi diproyeksikan menghadapi Pemilihan Wali Kota Samarinda pada 2031.
Namun, Andi Satya menilai pembahasan mengenai kontestasi kepala daerah masih terlalu jauh. Ia menegaskan penugasan politik sepenuhnya merupakan kewenangan partai.
“Dalam partai, semuanya ditentukan melalui surat tugas. Kalau suatu saat partai memberikan penugasan, tentu sebagai kader kami harus siap menjalankannya,” ucapnya.
Kendati membuka peluang apabila mendapat mandat, Andi Satya mengaku saat ini belum memiliki rencana untuk maju dalam Pilwali Samarinda. Fokusnya masih tertuju pada agenda konsolidasi partai serta menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Kaltim.
“Saat ini saya belum memikirkan Pilwali sama sekali. Fokus saya masih pada pekerjaan sebagai wakil rakyat dan agenda partai,” tegasnya.
Sebagai informasi, Musda DPD II Partai Golkar Samarinda akan diikuti oleh 16 pemegang hak suara. Mereka terdiri atas delapan Pimpinan Tingkat Kecamatan (PTK), unsur organisasi pendiri Partai Golkar seperti Kosgoro, SOKSI, dan MKGR, organisasi yang didirikan Partai Golkar, serta unsur lain yang memiliki hak suara sesuai mekanisme organisasi.
Adapun delapan PTK yang akan memberikan suara berasal dari Kecamatan Sungai Kunjang, Sungai Pinang, Samarinda Utara, Samarinda Ulu, Samarinda Ilir, Loa Janan Ilir, Palaran dan Sambutan, serta Samarinda Kota. Hasil Musda nantinya akan menentukan arah kepemimpinan Partai Golkar Samarinda untuk lima tahun ke depan. (Din/Fch/Klausa)
















