Lompat ke konten utama

Klausa.co

Water Bombing Karhutla Kaltim Digilir, Target Pemadaman Bergeser Ikuti Titik Api

Armada helikopter water bombing atau operasi udara milik BNPB. (Ist)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) tak lagi mengandalkan satu wilayah sebagai sasaran pemadaman udara. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggeser operasi helikopter pengebom air mengikuti perkembangan titik api di lapangan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan pola tersebut diterapkan secara estafet agar dukungan pemadaman udara dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan. Pergerakan helikopter disesuaikan dengan perkembangan hotspot dan firespot yang terpantau setiap hari.

“Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas dan menimbulkan dampak kabut asap yang lebih besar,” kata Buyung, Jumat (11/9/2026).

Dia menjelaskan, sejak Selasa (8/9/2026), helikopter melakukan patroli sekaligus water bombing di wilayah Samarinda. Pada Rabu, sasaran operasi bergeser ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), termasuk kawasan pantai hingga luar pantai.

Baca Juga:  Pansus akan Periksa Dokumen LKPJ Gubernur Kaltim Tahun 2022 dengan Detail

Pemadaman udara di wilayah tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan tim darat yang melakukan pengecekan langsung atau ground check terhadap titik-titik yang terindikasi terbakar. Pola ini memungkinkan sasaran pengeboman disesuaikan dengan kondisi aktual, bukan hanya berdasarkan pemantauan dari udara.

Pergerakan operasi selanjutnya juga mulai disiapkan. Buyung meminta BPBD kabupaten lain meningkatkan kesiapsiagaan karena helikopter direncanakan bergeser menuju wilayah barat dan utara Kaltim.

“Kami mohon BPBD Kutai Barat bersiap menetapkan titik lokasi sasaran karena rencana besok operasi digeser ke Kutai Barat,” ujarnya.

Jika kondisi di Kutai Barat belum memungkinkan, operasi akan dialihkan ke Penajam Paser Utara dan Paser sebelum berlanjut ke Berau. Skema tersebut menunjukkan operasi udara ditempatkan sebagai dukungan yang bergerak mengikuti kebutuhan penanganan karhutla di masing-masing daerah.

Baca Juga:  Pasca Lebaran Wali Kota Samarinda Instruksikan Disperindag dan Disdamkar Bersihkan Pasar Segiri

Di sisi lain, efektivitas water bombing sangat bergantung pada ketepatan informasi yang diterima tim udara. Pendamping Penanggulangan Karhutla BNPB untuk Kaltim, Riski, meminta pembaruan data titik api dilakukan secara rutin oleh daerah.

“Kami sangat membutuhkan pembaruan laporan dari daerah setiap harinya, terutama pada pagi dan sore hari,” kata Riski.

Menurutnya, ketepatan koordinat menjadi faktor penting agar helikopter tidak sekadar dikerahkan, tetapi dapat menjatuhkan air pada sasaran yang benar-benar membutuhkan penanganan.

“Data presisi hotspot dan firespot tersebut sangat vital bagi tim udara dalam menentukan target pengeboman air secara tepat dan efektif di lapangan,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co