Samarinda, Klausa.co – Pelantikan tujuh pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud belum sepenuhnya merapikan struktur pimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Sejumlah kursi strategis kepala organisasi perangkat daerah (OPD) masih kosong dan menunggu diisi.
Kondisi itu mendorong Pemprov Kaltim menyiapkan opsi seleksi terbuka (selter) sebagai mekanisme pengisian jabatan. Langkah ini dipilih untuk memastikan proses berjalan objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Yuli Fitriyanti, mengatakan seleksi kali ini akan menggunakan pendekatan berbeda dibandingkan pola konvensional. Seluruh tahapan seleksi dirancang terintegrasi langsung dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SI-ASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Prosesnya berbasis digital melalui aplikasi. Ini untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas,” ujar Yuli, Jumat (26/12/2025).
Meski begitu, Pemprov Kaltim belum bisa langsung mengeksekusi pelaksanaan seleksi. Koordinasi lanjutan dengan BKN pusat masih diperlukan, terutama terkait penetapan skema, jadwal, hingga teknis pelaksanaan seleksi terbuka.
BKD Kaltim, kata Yuli, nantinya akan membentuk tim asesmen khusus yang berkantor di lingkungan BKD. Sementara itu, daftar jabatan yang akan dilelang masih bersifat dinamis dan menunggu pemetaan kebutuhan dari masing-masing OPD.
“Jabatan mana saja yang dibuka akan ditentukan oleh panitia seleksi,” jelasnya.
Yuli menegaskan, seleksi terbuka memiliki mekanisme yang berbeda dengan uji kompetensi. Prosesnya lebih panjang dan berlapis, dengan estimasi waktu minimal dua bulan karena harus melalui sejumlah tahapan penilaian.
Sebagai pembanding, uji kompetensi biasanya diterapkan untuk rotasi pejabat eselon II. Sementara seleksi terbuka memberikan ruang yang lebih luas bagi pejabat eselon di bawahnya untuk bersaing naik ke jenjang jabatan yang lebih tinggi.
Ia mencontohkan, beberapa pejabat yang baru dilantik sebelumnya merupakan hasil uji kompetensi yang digelar pada pertengahan September 2025. Salah satunya Sekretaris Kota Balikpapan Muhaimin, yang kini dipercaya menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim.
“Karena ini menyangkut jabatan strategis, seluruh tahapan harus disiapkan dengan matang dan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa,” pungkas Yuli. (Din/Fch/Klausa)

















