Samarinda, Klausa.co – DPRD Kaltim memastikan mengawal pembangunan rumah sakit dan sekolah unggulan di Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu), seiring dengan langkah pemerintah provinsi menambah tenaga kesehatan baru di daerah tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten agar program pembangunan tidak berhenti di tengah jalan.
Menurutnya, tahapan paling krusial saat ini adalah penyelesaian pembebasan lahan oleh pemerintah kabupaten.
“Kalau lahan selesai, percepatan pembangunan bisa dimulai sejak 2026. Tahapannya dari pembebasan lahan 2025, perencanaan 2027–2028, dan ditarget rampung pada 2029,” ujar Ekti, Jumat (22/8/2025).
Ekti menambahkan, DPRD kabupaten harus berperan aktif mengawal lahan sekaligus memastikan RPJMD bupati selaras dengan RPJMD gubernur.
“Ini bukan lagi janji politik, tapi sudah menjadi visi-misi resmi kepala daerah,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, kebutuhan tenaga medis juga jadi perhatian. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, mengumumkan penempatan 26 tenaga kesehatan baru di Kubar, Mahulu, dan Berau.
Mereka terdiri dari dokter umum, dokter gigi, ahli gizi, hingga tenaga laboratorium medis yang tergabung dalam program penugasan khusus Kementerian Kesehatan RI. Para nakes itu akan mengabdi selama dua tahun, mulai 2025 hingga 2027.
“Kehadiran mereka membawa semangat baru sekaligus memperluas cakrawala pelayanan kesehatan di Kaltim,” kata Jaya.
Sementara di bidang pendidikan, Pemprov Kaltim juga berupaya mengatasi keterbatasan guru di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Melalui program Gaspol, pemerintah memberikan insentif khusus bagi para guru yang bersedia mengajar di wilayah pedalaman.
“Kita harus mengejar ketertinggalan mutu, serta membuka akses yang lebih merata bagi masyarakat di perbatasan,” pungkas Ekti. (Din/Fch/Klausa)






















