Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Jalur Pendekat Mahkota II Ditambang Ilegal, Pemkot Bakal Panggil Pemilik Konsesi

Petugas gabungan dari unsur Pemkot Samarinda saat mengecek dan mendatangi konsesi yang diduga galian batu bara ilegal di sekitar jalur pendekar Jembatan Mahkota II. (Foto : Istimewa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co Keberadaan konsesi tambang batu bara yang diduga ilegal di sekitar jalur pendekat Jembatan Mahkota II, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan akhirnya direspon Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada Rabu (20/4/2022) kemarin.

Menilik keberadaan tambang diduga ilegal itu, tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda dan Dinas PUPR Samarinda bersama pihak Kecamatan Sambutan lantas mendatangi lokasi tersebut.

Dalam pengecekan lokasi yang dilakukan, tim memdapati sejumlah alat berat ekskavator dan beberapa lubang bekas galian serta tumpukan batu bara yang menggunung.

“Ya staf kami sudah melakukan pengecekan. Namun saya belum tahu hasilnya apa, karena belum menerima laporan lengkapnya,” ucap Nurrahmani, Kepala DLH Samarinda, Kamis (21/4/2022).

Baca Juga:  Hindari Spekulan, BPN Kanwil Kaltim Keluarkan Surat Edaran Mengatur Jual Beli Lahan di IKN Nusantara
Advertisements

Kendati belum mendapat laporan lengkapnya, namun Nurrahmani memastikan akan tetap melakukan tindaklanjut dan akan memanggil para pihak yang melakukan aktivitas pengerukan emas hitam di wilayah tersebut.

“Rencana Senin kami panggil untuk memberikan penjelasan mengenai kegiatan dan izin mereka,” ungkapnya.

Ditanya apakah dalam sidak itu juga dilakukan penghentian kegiatan. Nurrahmani mengatakan, bahwa pihaknya hanya sebatas mengecek dampak lingkungan dari kegiatan tersebut dan tak memiliki kewenangan menutup izin kegiatan.

Baca Juga:  Fasad Handmade Jadi Penyebab Renovasi Gor Segiri Samarinda Terlambat, Ini Kata Wali Kota

“Kami kan bukan instansi penegak perda, jadi yang kami lakukan meminta kontraktor untuk membuka kembali aliran anak sungai yang tertutup timbunan tanah,” tandasnya.

Advertisements

Sementara itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli yang juga dikonfirmasi menyatakan pihaknya juga akan segera turun ke lokasi dalam waktu untuk melakukan pengecekan.

“Ya kalau memang ada hasil dari mereka kita akan tindak lanjuti. Yang jelas akan kami lakukan pengecekan,” singkatnya.

Baca Juga:  Peresmian Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al Furqon: Simbol Baru Pendidikan Holistik di Samarinda

(Tim Redaksi Klausa)

Bagikan

prolog dan benuanta

Anda tidak berhak menyalin konten Klausa.co

logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co