Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Search

Geber Motor Picu Perkelahian Dua Kelompok Pelajar SMP di Samarinda

Dua kelompok pelajar di Samarinda terlibat perkelahian, pemicunya hanya karena tidak terima digeber gas motor. (Istimewa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co Beredar sebuah video berdurasi 8 detik, menunjukkan aksi perkelahian antar pelajar di Samarinda. Dari informasi yang berhasil dihimpun, perkelahiam itu terjadi di Jalan Gaya Baru, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kamis (2/12) siang.

Di dalam potongan video yang viral di media sosial itu, menunjukkan ada 8 pelajar terlibat. 4 pelajar saling serang melayangkan pukulan. 2 pelajar lainnya turut menyusul membantu menyerang. Sedangkan 2 lainnya hanya menonton.

Perkelahian antar kelompok pelajar ini kini telah ditangani jajaran Polsek Palaran. Sejumlah pelajar yang terlibat perkelahian diamankan untuk dimintai keterangan. Ternyata, pemicunya hanya karena hal sepele.

Diketahui, kelompok remaja yang terlibat perkelahian itu merupakan pelajar dari tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Palaran. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolsek Palaran AKP Roganda saat di konfirmasi media ini.

Advertisements

“Iya benar (perkelahian pelajar) itu. Kejadiannya tadi siang. Permasalahan sepele aja ternyata,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gerakan Nasional Aksi Bergizi, Upaya Pemerintah Kurangi Angka Stunting di Indonesia

AKP Roganda mengatakan, pemicu perkelahian para remaja tersebut hanya karena tidak terima digeber gas motor. Atau biasa dikenal mengopol-opol gas motor. Hal ini sekaligus membantah kabar yang sebelumnya beredar. Dimana disebutkan dikarenakan memerebutkan seorang pelajar perempuan.

“Tidak benar itu (memperebutkan pelajar perempuan). Jadi hanya karena ada kelompok SMP yang sedang nongkrong, kemudian ada pelajar lain lewat sambil ngegas (geber) motor,” terangnya.

Disampaikan AKP Roganda lebih lanjut, bahwa para remaja ini merupakan pelajar dari MTS Nurul Islam, SMPN 44 dan SMPN 31. Seluruh pihak sekolah maupun orang tua pelajar yang terlibat perkelahian turut di panggil pihaknya.

Advertisements

“Tadi kami mencari pihak yang terlibat perkelahian di tempat kejadian. Selain itu kami juga sudah mengudang pak Darwin sebagai Kabid pembinaan SD SMP Dinas Pendidikan Kota Samarinda,” ucapnya.

“Selain itu, pihak kepala sekolah yang anak didiknya terlibat perkelahian ini juga sudah kami panggil ke Polsek. Kami sedang lakukan interogasi dan sedang selesaikan permasalahan ini,” sambungnya.

Baca Juga:  Warga Sempaja Selatan Gelar Aksi Gotong Royong Masal Benahi Drainase Tersumbat

Roganda menyampaikan kronologi terjadinya perkelahian. Disebutkan bahwa seluruh di Kecamatan Palaran tengah mengikuti agenda vaksinasi yang berlangsung di SMAN 6 Samarinda.

Kala itu ada dua kelompok pelajar yang sedang berkumpul. Ada kelompok dari remaja berinisial PR, yang merupakan pelajar dari MTSN Nurul Islam. Sedangkan kelompok AL pelajar dari SMPN 31.

Advertisements

Singkat cerita, PR yang sedang berkumpul dengan teman-temannya, menjadi emosi ketika mendengar suara bising dari motor AL. Pelajar SMPN 31 itu sengaja menggeber gas motornya dihadapan kelompok PR.

“Karena itu PR terpancing emosinya dengar suara gas motor. Singkatnya cekcok dan berkelahi. Kemudian ada pelajar berinisial DM dari SMP 44. Dia ini tadinya mau melerai, tapi malah jadi korban pemukulan saat itu,” terangnya.

Baca Juga:  Polsek Samarinda Kota Gerebek Guest House, Sita 60 Gram Barang Bukti Sabu

Pasca perkelahian itu, para pelajar di bawa ke Polsek. Sementara DM yang menjadi korban pemukulan langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan dan visum.

“Pelajar DM ini mengalami luka di bagian pelipis matanya. Kemudian memar dan benjolan dibagian wajahnya,” imbuhnya.

Advertisements

Lanjut Roganda mengatakan, pihaknya menyerahkan permasalahan ini kepada Kepala Sekolah maupun Dinas Pendidikan Kota Samarinda untuk memberikan sanksi kepada pelajar yang terlibat perkelahian.

Kejadian tersebut, menjadi evaluasi bagi semua sekolah termasuk orang tua murid. Agar dapat membina dan mendidik anak, sehingga kedepannya kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Ini menjadi evaluasi tersendiri juga terlebih kepada orang tua agar lebih memperhatikan anaknya kedepan,” pungkasnya.

(Tim Redaksi Klausa)

Advertisements

Bagikan

prolog dan benuanta

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co