Klausa.co

Dukungannya untuk Awang Faroek, Ketua HIPMI Kaltim Dorong Jadi Penamaan Jalan Tol Balsam

Ketua Umum Hipmi Kaltim, Andi Adi Wijaya (Foto: Istimewa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Usulan untuk mengabadikan nama almarhum Awang Faroek Ishak sebagai nama Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) bukan sekadar penghormatan biasa. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Timur, Andi Adi Wijaya, meyakini bahwa langkah ini adalah bentuk penghargaan yang layak bagi seorang pemimpin visioner.

“Pak Awang Faroek adalah sosok di balik gagasan besar pembangunan Jalan Tol Balsam. Keberanian dan kegigihannya merealisasikan proyek ini, meski menghadapi berbagai kendala, menunjukkan kualitas kepemimpinan yang luar biasa,” kata pria yang akrab disapa AW ini pada Selasa (24/12/2024).

Awang Faroek, yang menjabat Gubernur Kaltim selama dua periode (2008-2014 dan 2014-2018), dikenal sebagai motor penggerak pembangunan infrastruktur strategis. Proyek Jalan Tol Balsam menjadi salah satu tonggak utamanya. Dimulai pada awal 2011, jalan tol ini menelan waktu hampir delapan tahun untuk rampung. Seksi II, III, dan IV yang menghubungkan Samboja dan Samarinda diresmikan pada Desember 2019, disusul oleh Seksi I dan V pada Agustus 2021. Kini, jalan tol sepanjang 97,3 kilometer itu menjadi urat nadi mobilitas dan ekonomi di Kaltim.

Baca Juga:  Minta Tambahan Fee Setelah Terima Rp3,5 Miliar, Dayang Donna Kini Jadi Tersangka KPK

“Menjadikan nama Awang Faroek Ishak sebagai nama tol adalah pengingat akan dedikasi dan perjuangan beliau dalam membangun infrastruktur yang menjadi kebanggaan Kalimantan,” ujar Andi.

Selama satu dekade kepemimpinannya, Awang Faroek mencatatkan pencapaian yang melampaui infrastruktur semata. Ia memimpin Kaltim memasuki era digital melalui reformasi birokrasi berbasis teknologi informasi. Program One Data One Map yang diinisiasinya berhasil menyelaraskan data sektor tambang, perkebunan, dan kehutanan, menyingkirkan tumpang tindih yang sebelumnya menjadi masalah kronis. Program ini bahkan mendapat penghargaan nasional selama tiga tahun berturut-turut sejak 2014.

Di sektor pendidikan, beasiswa Kaltim Cemerlang memberikan kesempatan kepada lebih dari 200 ribu pelajar dengan total anggaran mencapai Rp 1,1 triliun. Di bidang kesehatan, RSUD AW Sjahranie menjadi rumah sakit rujukan nasional tipe A pertama di luar Pulau Jawa, dilengkapi fasilitas medis modern.

Baca Juga:  Farid Wadjdy: “Awang Faroek adalah Simbol Kerja dan Pengabdian”

Kontribusinya juga terasa di sektor infrastruktur lainnya, mulai dari Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, perluasan landasan pacu bandara perintis di perbatasan Kaltim-Kaltara, hingga Jembatan Kembar Sungai Mahakam. Infrastruktur-infrastruktur inilah yang disebut-sebut turut memengaruhi keputusan pemerintah pusat memilih Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara.

Nama Awang Faroek juga terukir dalam upayanya menjaga harmoni sosial. Ia berhasil meredam konflik horizontal di Tarakan dan Kutai Barat, serta memainkan peran penting dalam pembentukan Provinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Mahakam Ulu. Kontribusinya menjadikan Kaltim sebagai salah satu kekuatan utama nasional di berbagai sektor, termasuk olahraga, pasca menjadi tuan rumah PON 2008.

“Nama beliau bukan hanya layak diabadikan pada Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, tetapi juga di hati generasi mendatang yang belajar dari semangat dan dedikasinya,” tegas Andi.

Baca Juga:  HIPMI Kaltim Dorong UMKM Bersiap Hadapi Pasar Ibu Kota Nusantara

Warisan Awang Faroek Ishak tidak hanya tercermin dalam bangunan fisik yang ia tinggalkan, tetapi juga dalam visi yang terus hidup. Dengan namanya melekat pada tol pertama Kalimantan, masyarakat diingatkan bahwa pembangunan besar selalu berakar pada keberanian, kegigihan, dan visi seorang pemimpin. (Nur/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co