Samarinda, Klausa.co – Pemerataan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi, terlebih menjelang perpindahan Ibu Kota Negara (IKN). Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, upaya pemerataan kini menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini tertinggal akibat keterbatasan infrastruktur dan akses digital.
Kepala UPTD Tekkom dan Infodik Disdikbud Kaltim, M Awaludin, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan komprehensif terhadap kondisi sekolah-sekolah di daerah 3T. Pemetaan ini mencakup akses listrik, sarana prasarana, hingga jumlah tenaga pendidik.
“Dalam jangka pendek, kami diarahkan untuk mengurangi disparitas pendidikan. Karena itu, pemetaan kebutuhan sekolah menjadi langkah awal agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kondisi lapangan,” ujar Awaludin, Jumat (20/6/2025).
Sebagai langkah konkret, Disdikbud mendorong sistem pembelajaran jarak jauh. Guru-guru dari kota besar seperti Samarinda akan mengajar siswa di pelosok melalui platform daring seperti Zoom dan Google Meet. Namun, upaya ini masih menghadapi tantangan serius berupa keterbatasan listrik dan koneksi internet.
Menjawab hal itu, Disdikbud tengah menjajaki penggunaan teknologi internet berbasis satelit seperti Starlink. Uji coba telah dilakukan di sejumlah SMA dan SMK, namun hingga pertengahan 2025, baru sekitar 218 sekolah yang tersambung layanan internet.
“Kami tidak ingin sekadar memberi akses internet tapi tidak tersedia listrik. Ini yang kami waspadai agar program tetap efektif,” pungkas Awaludin. (Din/Fch/Adv/Diskominfo Kaltim)





















