Samarinda, Klausa.co – Setahun memimpin Kalimantan Timur (Kaltim), Gubernur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji mengklaim sejumlah program prioritas mulai menunjukkan hasil. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyoroti capaian di sektor pendidikan, infrastruktur, energi, hingga pengentasan kemiskinan sebagai bukti kerja pemerintahan dalam satu warsa terakhir.
Melalui dua program unggulan, Gratispol dan Jospol, Pemprov Kaltim menyebut puluhan ribu warga telah menerima manfaat langsung sepanjang 2025. Di sektor pendidikan, sebanyak 24.847 mahasiswa baru mendapatkan dukungan biaya kuliah berupa UKT gratis melalui program Gratispol. Selain itu, 63.714 siswa menerima bantuan paket seragam sekolah dari pemerintah daerah.
Sementara pada bidang kesehatan, 141.226 warga tercatat memperoleh layanan kesehatan gratis. Bantuan sosial juga menyasar sektor keagamaan. Pemprov Kaltim memberangkatkan 877 penjaga rumah ibadah untuk perjalanan religi, yang terdiri dari umroh bagi marbot masjid serta perjalanan rohani bagi penjaga rumah ibadah non-muslim.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperluas layanan dasar masyarakat. Sebanyak 802 desa telah mendapatkan dukungan internet gratis, sementara 208 rumah administrasi desa memperoleh bantuan pembangunan dari pemerintah.
“Semuanya telah kita berikan kepada masyarakat Kaltim,” kata Gubernur Rudy Mas’ud saat kunjungan kerja di Kabupaten Kutai Timur, Selasa (24/2/2026).
Di sektor energi, Pemprov Kaltim juga mengklaim berhasil menekan jumlah desa yang belum teraliri listrik. Jika sebelumnya terdapat 110 desa tanpa akses listrik, kini jumlahnya turun menjadi 73 desa.
Dalam kunjungan kerja tersebut, pemerintah juga menyalurkan 10 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk desa-desa di Kutai Timur (Kutim). Secara keseluruhan, pembangunan energi surya di Kaltim disebut telah mencapai 205,6 kilowatt di enam lokasi. Selain itu terdapat 1.072 unit tenaga surya yang tersebar di 25 kecamatan, serta pembangunan jaringan listrik di 16 desa yang kini menerangi sekitar 1.800 kepala keluarga beserta sejumlah fasilitas publik.
Pada sektor infrastruktur, kondisi jalan provinsi juga disebut mengalami peningkatan. Tingkat kemantapan jalan provinsi saat ini mencapai 85,83 persen atau sepanjang 805,81 kilometer.
Pemerintah juga menyelesaikan pembangunan dan rekonstruksi jalan sepanjang 153,41 kilometer. Upaya penanganan banjir dilakukan melalui normalisasi sungai sepanjang 49.365 meter yang mencakup kawasan terdampak seluas 90,93 hektare. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan rehabilitasi terhadap 1.000 unit rumah tidak layak huni.
Di sisi kesejahteraan masyarakat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Timur tercatat meningkat dari 78,79 pada 2024 menjadi 79,39 pada 2025, melampaui rata-rata nasional. Angka kemiskinan juga dilaporkan turun dari 5,78 persen menjadi 5,17 persen. Sementara Indeks Ketahanan Pangan Kaltim mencapai 80,82 persen, menempatkan provinsi ini pada peringkat kedua secara nasional.
“Meski kita bukan lumbung pangan, tetapi terkait ketersediaan dan keterjangkauan kita nomor dua secara nasional,” ujar Rudy.
Pemprov Kaltim juga mendorong pemberdayaan ekonomi melalui program penciptaan 1.000 wirausaha baru berkelanjutan. Di sektor pariwisata misalnya, kunjungan wisatawan mancanegara dilaporkan meningkat 113,26 persen. Sementara perjalanan wisatawan nusantara tercatat mencapai 16,05 juta perjalanan sepanjang tahun terakhir. (Din/Fch/Klausa)














