Samarinda, Klausa.co – Ketimpangan antara kebutuhan industri dan kemampuan tenaga kerja lokal kembali jadi sorotan DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Sekretaris Komisi IV, Darlis Pattalongi, menilai persoalan ini muncul berulang karena perusahaan kerap diminta menyerap warga sekitar, sementara kompetensi dasar yang dibutuhkan belum dimiliki sebagian besar pencari kerja.
Darlis menyebut solusi persoalan ini tidak cukup dengan membuka lowongan dan mengutamakan pekerja lokal. Menurutnya, persoalan ada jauh sebelum proses rekrutmen berlangsung.
“Pendekatan preventif harus diperkuat. Perusahaan perlu membekali calon tenaga kerja jauh sebelum rekrutmen agar mereka siap bersaing,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Ia menegaskan, perusahaan yang beroperasi di Bumi Etam semestinya berinvestasi pada pembangunan kapasitas SDM lokal sebagai bagian dari komitmen sosial mereka. Dengan program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, masyarakat sekitar kawasan industri tidak lagi hanya menjadi penonton ketika kebutuhan tenaga kerja muncul.
Darlis menyebut penguatan kapasitas ini penting sebagai strategi jangka panjang. Setiap kali tuntutan penyerapan tenaga kerja lokal disampaikan, perusahaan tak perlu lagi berhadapan dengan kendala minimnya keterampilan dasar.
“Kita ingin tenaga kerja lokal siap pakai. Saat lowongan dibuka, mereka bisa bersaing dengan pelamar dari luar,” tegasnya.
Menurut dia, pembinaan SDM yang konsisten akan membangun hubungan yang lebih sehat antara perusahaan dan masyarakat. Selain mempercepat pemenuhan komitmen sosial, perusahaan juga akan diuntungkan karena tidak lagi terhambat oleh kesenjangan kualitas tenaga kerja.
“Peran perusahaan penting sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di provinsi ini,” tutup Darlis. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)














