Klausa.co

Kaltim Bersiap Tinggalkan Cara Lama, Sport Science Jadi Andalan Baru Pembinaan Atlet

Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma (AHK). (Foto: Wan/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Bumi Etam tak mau lagi terjebak dalam pola lama pembinaan atlet. Lewat Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur (Dispora Kaltim), Pemprov Kaltim telah mulai menyiapkan berbagai pengembangan olahraga berbasis teknologi dan data. Salah satunya, dengan pembangunan pusat sport science yang ditarget rampung pada 2027.

Langkah ini disampaikan langsung oleh Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma (AHK), dalam Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim 2025 yang digelar di Aula KONI Kaltim, beberapa waktu lalu.

“Kita tak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional. Harus ada transformasi. Sport science ini akan jadi kunci agar pembinaan atlet lebih terukur dan akurat,” ujar Agus.

Baca Juga:  SMAN 10 Samarinda Kembali ke Lokasi Semula Mulai Tahun Ajaran 2025/2026

Dengan penerapan sport science, Agus mencontohkan, kesiapan fisik dan teknik atlet bisa dipetakan secara rinci. Atlet bahkan bisa mengetahui apakah mereka sudah siap tanding dalam sebulan ke depan, atau mungkin masih ada kekurangan teknis seperti tendangan kaki yang perlu diperbaiki.

“Begitu atlet masuk ke kapsulnya, semua data bisa langsung terbaca. Ini akan sangat membantu pelatih dalam menyusun program latihan,” jelasnya.

Tak hanya pencak silat yang jadi perhatian, semua cabang olahraga di Kaltim akan terdampak oleh modernisasi ini. Dispora Kaltim juga menyoroti hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, di mana sejumlah cabang yang selama ini diandalkan justru mengalami stagnasi dalam perolehan medali emas.

Baca Juga:  Resmi Dimulai, Operasi Zebra Mahakam Prioritaskan Tujuh Poin Pelanggaran

Agus menegaskan, evaluasi berbasis data harus menjadi budaya baru. Cabor yang kinerjanya jalan di tempat harus bersiap untuk berbenah.

“Kalau medali emas stagnan, ya itu harus jadi catatan. Ukuran kinerja jelas, dan harus ada perbaikan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya pelatih dan pengurus cabor untuk lebih terbuka terhadap perubahan. Menurutnya, tak ada ruang lagi untuk pola pikir lama yang enggan berinovasi.

“Jangan stagnan. Akselerasi itu penting,” tegasnya.

Sebagai informasi, sport science ditargetkan rampung pada 2027. Fasilitas ini diharapkan menjadi hal penting bagi Kaltim untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi di level nasional bahkan internasional. (Wan/Fch/ADV/Dispora Kaltim)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co