Samarinda, Klausa.co – Popularitas Puncak Steling yang menembus nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026 menjadi momentum baru bagi sektor pariwisata Kota Samarinda. DPRD Kota Samarinda menilai peluang tersebut harus direspons dengan pembenahan serius agar potensi wisata daerah tidak berhenti sebatas tren media sosial.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan Samarinda sebenarnya memiliki banyak destinasi yang layak dikembangkan. Mulai dari wisata budaya, wisata alam hingga wisata berbasis komunitas dinilai memiliki daya tarik kuat apabila dikelola secara terarah dan berkelanjutan.
Dia menyebut sejumlah kawasan seperti Desa Budaya Pampang, Kampung Ketupat, wisata susur Sungai Karang Mumus hingga Puncak Steling sebagai contoh destinasi yang memiliki potensi besar mendatangkan wisatawan.
“Potensi wisata di Samarinda sebenarnya besar. Ada wisata budaya, alam sampai wisata perkotaan. Namun pengelolaannya memang belum maksimal sehingga belum memberi dampak besar bagi masyarakat sekitar,” ujar Viktor, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, persoalan utama pengembangan wisata di Samarinda terletak pada belum terintegrasinya pola pengelolaan destinasi. Promosi hingga agenda wisata masih berjalan sendiri-sendiri sehingga efek kunjungan wisata belum mampu bertahan dalam jangka panjang.
Karena itu, DPRD melalui Komisi II membentuk Panitia Khusus (Pansus) pemberdayaan dan pengelolaan wisata daerah. Pansus tersebut disiapkan untuk menyusun konsep pengembangan wisata yang lebih terarah, termasuk memperkuat agenda festival daerah sebagai daya tarik wisata tahunan.
“Pansus ini fokus bagaimana wisata di Samarinda bisa berkembang dengan dukungan kegiatan dan festival yang rutin sehingga kunjungan wisatawan tidak hanya ramai pada momen tertentu saja,” katanya.
Viktor menilai keberadaan kalender event daerah penting untuk menjaga perputaran kunjungan wisata sepanjang tahun. Festival budaya, kuliner hingga kegiatan komunitas diyakini dapat menjadi penopang tambahan bagi sektor pariwisata lokal.
Selain itu, DPRD juga mendorong keterlibatan pihak swasta dan investor lokal dalam pengembangan kawasan wisata. Menurutnya, pembangunan sektor wisata tidak bisa hanya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Kami ingin pengembangan wisata ini tetap berbasis pemberdayaan masyarakat. Jadi bukan hanya menarik wisatawan, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” ucapnya.
Belakangan, Puncak Steling menjadi salah satu destinasi favorit warga Samarinda. Berada di kawasan Selili, lokasi tersebut menawarkan panorama Kota Tepian dari ketinggian dengan jalur trekking ringan dan spot foto yang ramai dikunjungi masyarakat.
Popularitas Puncak Steling meningkat setelah banyak konten wisata beredar di media sosial sejak awal 2026. Masuknya destinasi itu dalam nominasi API Award dinilai menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata Samarinda di tingkat nasional.
“Kalau pengelolaannya serius dan semua pihak terlibat, saya yakin wisata Samarinda bisa berkembang lebih besar dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutup Viktor. (Din/Fch/ADV/DPRD Samarinda)

















