Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Search

Orangutan Raksasa di Kutai Timur, Fakta atau Ilusi Kamera?

Foto penampakan orangutan di pemukiman warga (Foto: Istimewa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan video yang menunjukkan seekor orangutan berukuran raksasa di depan rumah warga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Video yang kemudian viral ini pun memicu perdebatan tentang keberadaan orangutan raksasa di wilayah tersebut.

Namun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur angkat bicara untuk meluruskan fakta. Menurut Kepala BKSDA Kaltim, Ari Wibawanto, ukuran orangutan dalam video tersebut sebenarnya tidak sebesar yang terlihat. Hal ini disebabkan oleh sudut pengambilan gambar dan jarak pandang yang membuat orangutan tampak lebih besar dari aslinya.

“Kalau dilihat dari angle videonya, itu diambil dari bawah, kemudian jarak kamera, orangutan dan rumah juga tidak bisa diketahui. Jadi saya rasa hanya persoalan angle kamera yang membuat kesan obyeknya jadi lebih besar,” jelas Ari.

Baca Juga:  Rotasi Demi Akselerasi, Akmal Malik dan Tantangan Data Aset Kaltim

Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa orangutan dalam video tersebut adalah jantan dewasa yang memang memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan betina. Jantan dewasa orangutan Kalimantan dapat mencapai tinggi 1,3 meter dan berat hingga 136 kg.

Advertisements

Kemunculan orangutan di pemukiman warga juga bukan hal yang aneh. Menurut Ari, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti hilangnya habitat akibat kerusakan hutan dan pencarian makan. Orangutan jantan, yang tidak memiliki wilayah teritorial, cenderung berkeliaran mencari betina dan makanan.

Baca Juga:  Perumdam Tirta Kencana Samarinda Salurkan Donasi Rp 905,5 Juta ke PMI Samarinda

“Ya memang tingkah lakunya pasti mereka mencari betina atau mencari makan di tempat, jadi tidak ada teritori. Mereka pasti akan berkeliling mencari sesuatu hal seperti lelaki petualang, seperti itu karena dia ini senior sekali,” jelas Ari.

Meskipun orangutan bukan hewan yang agresif, namun kemunculannya di pemukiman warga dapat menimbulkan potensi konflik. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga jarak dan tidak memberi makan orangutan liar. (Nur/Mul/Klausa)

Bagikan

prolog dan benuanta

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co