Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Melebihi Target 106,57 Persen, Kaltim Raih Peringkat Dua Realisasi Pendapatan Daerah Tertinggi

Gubernur Isran Noor saat menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri HM Tito Karnavian di Jakarta. (Adpim Pemprov Kaltim)

Bagikan

Jakarta, Klausa.co – Kalimantan Timur kembali memperoleh penghargaan dari Pemerintah Pusat di awal bulan Juni tahun 2022. Kali ini, penghargaan diberikan secara langsung oleh Kementerian Dalam Negeri pada Gubernur Isran Noor.

Menempati peringkat kedua setelah Gorontalo, Kaltim memperoleh peringkat kedua sebagai provinsi dengan realisasi pendapatan daerah tertinggi dari tahun 2020 ke tahun 2021.

Gubernur Isran Noor pun mengucap syukur atas penghargaan yang telah diberikan ini dalam acara Penganugerahan Realisasi APBD dan Rakornas Keuangan Daerah Tahun 2022 di Hotel Bidakara, Kamis (2/6/2022).

“Syukur Alhamdulilah Kaltim bisa meraih penghargaan ini. Tentu ke depannya, ini harus menjadi motivasi agar pendapatan Kaltim bisa lebih meningkat lagi,” ungkapnya saat menerima penghargaan tingkat provinsi dari Menteri Dalam Negeri HM Tito Karnavian.

Ia menjelaskan bahwa penilaian ini dilakukan Kementerian Dalam Negeri dengan melihat Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pendapatan dan Belanja Daerah yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2021.

LRA yang dimaksud orang nomor satu di Benua Etam itu, adalah LRA yang sudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Lebih rinci, pendapatan daerah Kaltim tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp 9,58 triliun.

“Realisasi pendapatan tahun 2021 sebesar Rp 10,22 triliun atau sekitar 106,57 persen. Persentase realisasi pendapatan daerah ini yang dinilai sebagai salah satu indikator kita mendapatkan peringkat kedua sebagai provinsi dengan realisasi pendapatan daerah tertinggi dari tahun 2020 ke tahun 2021,” jelasnya.

Mendampingi Gubernur Isran Noor, Ismiati yang merupakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim menambahkan bahwa dari peningkatan realisasi pendapatan daerah tersebut, penerimaan asli daerah (PAD) menjadi kontributor terbesar.

Baca Juga:  Sepuluh Paket Proyek IKN Sudah Layak Lelang, Isran: Komitmen Pemerintah Tidak Diragukan Lagi
Advertisements

“PAD kita berkontribusi 60 persen dari pendapatan daerah secara umum. Kalau PAD kita tidak naik, tidak mungkin kita bisa berada di posisi dua nasional,” terangnya.

Adapun lima provinsi terbaik secara nasional dalam realisasi pendapatan daerah yang mendapatkan penghargaan di antaranya Gorontalo, Kaltim, Jawa Timur, Papua Barat dan Bengkulu.

Secara keseluruhan terdapat 45 penerima penghargaan terdiri dari kategori provinsi, kabupaten dan kota. Masing-masing kategori dengan lima daerah terbaik.

Penilaian dilakukan untuk tiga jenis yaitu
realisasi pendapatan daerah tertinggi,
realisasi belanja daerah tertinggi dan
realisasi peningkatan pendapatan daerah tertinggi.

Baca Juga:  Andi Harun Raih Anugerah Tinarbuka, Penghargaan Nasional Keterbukaan Informasi Publik
Advertisements

Di tempat yang sama, Menteri Dalam Negeri HM Tito Karnavian berpesan agar ke depannya para kepala daerah se-Indonesia bisa lebih kreatif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan mempercepat realisasi anggaran. Jangan tunggu akhir tahun,” ujar pria kelahiran Palembang tersebut.

(APR/ADV/Diskominfo Kaltim)

 

IKUTI BERITA KLAUSA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Advertisements

Bagikan

prolog dan benuanta

Anda tidak berhak menyalin konten Klausa.co

logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co