Klausa.co

Lonjakan Lulusan Baru Picu Kekhawatiran Soal Penyerapan Kerja di Kaltim

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Arus lulusan SMA dan SMK yang terus bertambah setiap tahun kembali memunculkan kekhawatiran bagi Kalimantan Timur (Kaltim). Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMA mencapai 6,88 persen, sedangkan lulusan SMK berada di 6,77 persen. Menempati posisi dua yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lain.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menilai situasi ini bukan sekadar persoalan angka statistik. Menurutnya, peningkatan jumlah lulusan tidak diikuti kemampuan daerah dalam menyediakan lapangan kerja yang memadai.

β€œKalau tidak ditangani serius, ini bisa memunculkan persoalan sosial baru,” ujar Reza.

Dia menekankan bahwa problem pendidikan tidak lagi berhenti pada ketersediaan fasilitas sekolah. Tantangan yang lebih besar justru datang setelah para siswa lulus dan harus menapaki dunia kerja.

Baca Juga:  Telan Anggaran Rp 9,4 Miliar, Peningkatan IPA Bengkuring Cakup 12 Ribu Sambungan Rumah

β€œYang kita butuhkan sekarang bukan cuma bangunan atau peralatannya, tapi memastikan mereka punya arah setelah lulus,” ucapnya.

Legislator dari Kutai Kartanegara (Kukar) itu meminta pemerintah daerah untuk menyusun strategi yang lebih konkret dalam membuka peluang kerja, termasuk memperluas akses bagi lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB).

β€œPemerintah harus membuka ruang kerja seluas mungkin. Lulusan SMA, SMK, sampai SLB, semuanya harus punya kesempatan yang sama untuk masuk ke dunia kerja,” pungkasnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightβ“‘ | 2021 klausa.co