Klausa.co

Eskalator Pasar Pagi Samarinda Sempat Mati, Disdag Tegaskan Bukan Kerusakan Bangunan

Eskalator di Pasar Pagi Samarinda. (Istimewa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co -Sorotan warganet soal eskalator Pasar Pagi Samarinda yang sempat tidak berfungsi memicu kekhawatiran publik terhadap kesiapan gedung pasar baru tersebut. Namun Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda memastikan gangguan itu bukan disebabkan kerusakan konstruksi, melainkan kesalahan penggunaan fasilitas.

Sejumlah video dan foto yang beredar memperlihatkan eskalator tidak beroperasi, menimbulkan kesan bahwa fasilitas pendukung pasar belum sepenuhnya siap digunakan.

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan, gangguan eskalator tidak berkaitan dengan kerusakan permanen maupun kegagalan konstruksi bangunan. Menurutnya, masalah lebih dipicu oleh penggunaan eskalator yang tidak sesuai fungsi.

“Eskalator itu bukan untuk mengangkut barang, apalagi muatan berat seperti besi. Fungsinya khusus untuk pejalan kaki,” ujar Nurrahmani, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, pada masa pemindahan pedagang dari pasar lama ke gedung baru, eskalator diduga digunakan untuk membawa barang dagangan. Beban berat itu berpotensi mengganggu sistem kerja alat dan memicu gangguan operasional.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Berharap Panen Suara di Pileg 2024 dengan Tarian Hudoq

Disdag Samarinda, kata dia, telah berkoordinasi dengan pengelola pasar dan pedagang agar setiap fasilitas digunakan sesuai peruntukannya. Lift barang yang tersedia diminta dioptimalkan untuk distribusi logistik pedagang.

“Kami sudah mengingatkan agar lift barang dimanfaatkan sebagaimana mestinya, supaya eskalator tetap aman dan awet,” tegasnya.

Nurrahmani memastikan, eskalator yang sempat dikeluhkan kini telah kembali beroperasi. Perbaikan dilakukan agar aktivitas jual beli dan mobilitas pengunjung tidak terganggu.

“Eskalator sudah diperbaiki dan saat ini berfungsi kembali,” ujarnya.

Disdag Samarinda menegaskan, fokus saat ini adalah memastikan proses transisi pemindahan pedagang berjalan tertib, sekaligus menyiapkan tahapan penataan lanjutan Pasar Pagi yang akan dipresentasikan kepada Wali Kota Samarinda.
Nurrahmani menutup dengan penekanan pada tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas publik.

Baca Juga:  Budgos Minta Pemerintah Berikan Sanksi Tegas Tiga Aplikator yang Tidak Menjalankan Aturan KP 667/2022

“Pasar ini milik bersama. Kalau ingin fasilitasnya awet dan nyaman, semuanya harus ikut menjaga dan menggunakan sesuai peruntukannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Abi, pedagang jasa servis perhiasan yang telah berjualan di Pasar Pagi sejak 2000, membenarkan adanya gangguan eskalator. Namun dia menyebut gangguan itu tidak terjadi serentak di seluruh area pasar.

“Tidak semuanya mati. Ada yang naiknya tidak jalan, tapi turunnya masih berfungsi. Di titik lain justru sebaliknya,” kata Abi.

Menurutnya, kondisi tersebut berlangsung sekitar sepekan dan sering muncul pada jam-jam tertentu, terutama siang hingga sore hari. Bahkan, antar-lantai bisa menunjukkan kondisi berbeda.

“Kadang di bawah mati, di atasnya masih jalan. Jadi tidak sama semua,” ujarnya.

Baca Juga:  Atlet Disabilitas PPU Terima Bantuan Kursi Roda dari Dispora Kaltim, Berharap Prestasi Meningkat

Selain eskalator, Abi juga mendengar keluhan soal lift barang, meski dia menilai hal itu masih wajar mengingat bangunan pasar tergolong baru dan masih dalam masa penyesuaian operasional. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co