Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menggerakkan tahapan awal penataan pedagang di gedung baru Pasar Pagi. Sekitar dua ribu pedagang direncanakan menjadi kloter pertama yang menempati bangunan tersebut, sebagai bagian persiapan operasional penuh yang ditargetkan berjalan pada penghujung 2025.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani, menyebut pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif bagi pedagang yang masih kesulitan mengakses sistem digital. Disdag akan membuka desk layanan khusus di kawasan Pasar Pagi untuk memberikan pendampingan langsung.
“Desk layanan sedang kami siapkan dan nantinya dijaga secara bergantian,” ujar Nurrahmani, Selasa (16/12/2025)
Ia menambahkan, bahwa proses pemindahan dilakukan secara bertahap guna menghindari penumpukan aktivitas dan memastikan relokasi berlangsung tertib. Tahap awal ini sekaligus dijadikan masa uji coba sistem sebelum seluruh pedagang dipindahkan secara menyeluruh ke gedung baru.
Dalam penataan tersebut, Disdag Samarinda menerapkan sistem berbasis digital melalui aplikasi Pasar Pagi. Aplikasi ini menjadi sarana utama pengelolaan administrasi pedagang, mulai dari pendaftaran, pengisian perjanjian serta aturan berjualan, hingga penerbitan kartu identitas.
Ia memastikan, pedagang yang telah menyelesaikan proses pendaftaran akan mengikuti pengundian lokasi lapak yang dilakukan otomatis melalui sistem.
“Seluruh tahapan tercatat secara digital sehingga dapat dipantau, sekaligus meminimalkan potensi intervensi manual. Agar transparan dalam penempatan lapak,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan persyaratan pendaftaran dibuat sederhana dengan menyesuaikan data legalitas pedagang yang sebelumnya telah tercatat di Disdag, seperti identitas diri dan Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB). Setelah proses verifikasi selesai, pedagang akan mendapatkan nomor undian penempatan lapak.
Melalui mekanisme bertahap ini, Disdag berharap transisi menuju operasional gedung baru Pasar Pagi dapat berjalan lancar serta memberikan kepastian bagi para pedagang.
“Targetnya, pada akhir 2025 sudah ada pedagang yang mulai beraktivitas, kemungkinan di minggu keempat,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)














