Samarinda, Klausa.co – Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali menarik perhatian publik. Ide yang pertama kali disuarakan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan mendapat respons positif dari Presiden Prabowo Subianto itu ikut mengundang komentar dari Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud.
Hasanuddin menilai gagasan pemilihan tak langsung bukan sekadar nostalgia politik, tetapi opsi yang masuk akal dalam situasi saat ini. Ia secara terbuka menyatakan dukungan, dengan alasan efisiensi anggaran dan peluang menekan praktik politik uang yang selama ini identik dengan Pilkada langsung.
“Ini masih rencana. Tapi secara pribadi, saya senang. Kita bisa menentukan siapa yang layak memimpin daerah,” ujarnya di Gedung B DPRD Kaltim, Sabtu (29/11/2025).
Menurutnya, mekanisme pemilihan oleh DPRD selaras dengan prinsip musyawarah perwakilan yang diatur dalam Undang-Undang dan sejalan dengan sila keempat Pancasila. Indonesia yang berbentuk negara kepulauan, kata Hasanuddin, menanggung beban biaya sangat besar setiap kali menggelar Pilkada langsung. Dalam kondisi fiskal yang menantang, efisiensi disebut menjadi pertimbangan yang tidak bisa diabaikan.
“Pilkada langsung itu mahal sekali. Kalau lewat DPRD, pembiayaan jauh lebih kecil,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa sebagian masyarakat mungkin melihat pemilihan oleh DPRD sebagai langkah yang membatasi ruang partisipasi publik. Namun Hasanuddin menekankan bahwa DPRD justru merupakan perpanjangan tangan rakyat karena seluruh anggotanya dipilih melalui Pemilu.
“DPRD itu dipilih dan dipercaya rakyat di tiap kabupaten/kota. Jadi aspirasinya tetap terwakili,” tambahnya.
Hasanuddin juga menyoroti bahwa Pilkada langsung belum tentu menghadirkan pilihan yang benar-benar bebas dari pengaruh transaksional. Dengan komposisi 55 anggota DPRD Kaltim yang mewakili 3,8 juta penduduk, mekanisme pemilihan tak langsung menurutnya tetap memiliki legitimasi kuat.
“Kalau bisa lebih efisien, kenapa tidak? Apalagi kondisi sekarang sedang sulit,” tutupnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)














