Samarinda, Klausa.co – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak berhenti pada capaian pembangunan yang telah diraih selama ini. Keberhasilan tersebut dinilai harus diikuti dengan pemerataan manfaat pembangunan, terutama melalui penguatan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah kota.
Pandangan itu disampaikan Juru Bicara Fraksi PAN DPRD Kota Samarinda, Joko Wiratno, saat membacakan pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Samarinda Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Samarinda.
Dalam penyampaiannya, Fraksi PAN mengapresiasi berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun. Berbagai penghargaan yang diterima pemerintah daerah dinilai menjadi bukti adanya kemajuan dalam pelaksanaan pembangunan.
Meski demikian, Joko menegaskan bahwa capaian tersebut seharusnya menjadi pemacu untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan, bukan alasan untuk mengendurkan perhatian terhadap persoalan dasar yang masih dihadapi masyarakat.
“Berbagai keberhasilan yang telah dicapai hendaknya menjadi motivasi untuk terus menyempurnakan pembangunan di berbagai sektor,” ujar Joko, Rabu malam (29/7/2026).
Fraksi PAN menilai pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan yang harus diprioritaskan. Pemerintah kota diminta tetap memberikan perhatian pada penanganan banjir, peningkatan kualitas jalan lingkungan, pembenahan sistem drainase, penataan kawasan perkotaan, serta perbaikan kualitas lingkungan permukiman.
Menurut Joko, langkah tersebut penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai wilayah Kota Samarinda. PAN juga berpandangan bahwa pemerataan pembangunan akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga. Di sisi lain, pembangunan yang merata dinilai mampu memperkuat posisi Samarinda sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Bumi Etam.
Selain infrastruktur, Fraksi PAN turut menyoroti sektor pendidikan yang dinilai membutuhkan perhatian berkelanjutan. Pemerintah kota didorong memperluas akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas melalui penambahan daya tampung sekolah dan revitalisasi sekolah-sekolah yang kondisinya masih belum memadai, khususnya di kawasan pinggiran.
Joko menilai pemerataan pendidikan harus menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Menurutnya, setiap anak di Kota Samarinda memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa dibatasi oleh lokasi tempat tinggal.
Dia berharap Pemkot terus meningkatkan kualitas pendidikan secara merata dengan memperkuat kapasitas sekolah, memperbaiki bangunan pendidikan yang masih kurang layak, serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, terutama di wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Di akhir pandangannya, Fraksi PAN mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang telah dibelanjakan pemerintah daerah. Yang lebih penting, menurut Joko, adalah sejauh mana kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya besarnya anggaran yang terserap, melainkan hasil serta dampak yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Samarinda)


















