Klausa.co

Rudy Mas’ud Minta Maaf soal Polemik Renovasi Rumah Jabatan, Siap Tanggung Fasilitas Pribadi

Tangkapan layar Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, dalam video pertanyaan resmi di laman media sosial pribadinya. (Ist)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Rudy Mas’ud akhirnya angkat bicara terkait polemik anggaran renovasi rumah jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Gubernur menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kegaduhan yang muncul di tengah publik.

Permintaan maaf itu disampaikan Rudy melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Senin (27/4/2026). Dalam pernyataannya, ia menilai kritik yang datang dari masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah.

“Kritik yang keras adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah yang kita cintai bersama,” ujarnya.

Rudy mengaku telah melakukan evaluasi atas polemik tersebut. Ia menyadari adanya kekurangan, terutama dalam aspek komunikasi dan penyikapan terhadap kebijakan yang memicu sorotan publik.

Baca Juga:  Target Kemenangan 90 Persen, Tim Rudy-Seno Optimis Menangi Pilgub Kaltim

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” katanya.

Polemik ini mencuat setelah publik menyoroti anggaran renovasi rumah jabatan gubernur yang mencapai Rp25 miliar. Meski menyebut perencanaan anggaran itu telah disusun sebelum dirinya menjabat, Rudy menegaskan bahwa tanggung jawab tetap berada di bawah kepemimpinannya.

Sebagai langkah korektif, ia menyatakan akan menanggung secara pribadi sejumlah fasilitas yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan fungsi kedinasan. Beberapa di antaranya adalah kursi pijat dan akuarium air laut yang masuk dalam daftar renovasi.

“Saya akan menanggung secara pribadi item renovasi di luar fungsi kedinasan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Rudy juga memastikan akan dilakukan audit ulang terhadap puluhan item belanja dalam paket renovasi tersebut. Langkah ini, kata dia, untuk menjamin transparansi sekaligus membuka ruang pengawasan publik.

Baca Juga:  BBPJN Kaltim Siapkan Langkah Antisipasi, Pemasangan Fender di Jembatan Mahakam

“Audit ini penting agar masyarakat bisa ikut mengawasi secara terbuka,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co