Klausa.co

Pemkot Samarinda Belum Sediakan Seragam Gratis untuk Siswa SD dan SMP, Sekolah Dilarang Memaksa Orang Tua

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin. (Yah/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Harapan sebagian orang tua murid di Samarinda untuk mendapatkan seragam sekolah gratis bagi anak-anak mereka masih harus ditunda. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan pengadaan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP.

“Untuk seragam sekolah, sampai sekarang belum ada kebijakan dari pemerintah kota. Jadi kalau ada orang tua mau beli, silakan. Mau pakai seragam bekas saudara juga boleh. Yang penting, jangan sampai ada sekolah yang mengondisikan pembelian seragam, nanti bisa multitafsir dan menimbulkan polemik,” tegas Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, pada Senin (7/7/2025).

Asli menegaskan, satuan pendidikan tidak boleh memaksa orang tua membeli seragam di toko tertentu atau melalui sistem yang terkesan mewajibkan. Hal ini juga berlaku untuk perlengkapan sekolah lainnya, salah satunya sepatu.

Baca Juga:  Kantor Sekretariat Golkar Samarinda Kembali ke Tangan Pemkot Samarinda, AH : Jual Aset itu Tidak Mudah

“Baju, sepatu, itu semua belum disiapkan pemerintah. Kalau ditanya kapan? Kami belum tahu. Untuk sekarang yang jelas, yang gratis baru LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang dananya dari BOS Nasional dan APBD,” jelasnya.

Asli juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan wali murid agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia khawatir, penyampaian informasi yang keliru bisa memicu keresahan di masyarakat.

“Tidak boleh ada paksaan. Kalau ada anak yang tidak punya seragam baru, tetap harus diperbolehkan sekolah. Tidak ada alasan melarang siswa hanya karena soal pakaian. Semua pihak harus memahami ini,” ujarnya.

Untuk saat ini, kebijakan seragam gratis hanya berlaku bagi siswa SMA dan SMK di Kalimantan Timur melalui program Gratispol yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kaltim. Sementara siswa SD dan SMP masih menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Samarinda yang belum mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan seragam.

Baca Juga:  Mimbar Demokrasi Mahasiswa Samarinda Tolak Politik Dinasti dan Tuntut Penyelesaian Kasus HAM

Asli menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa pendidikan harus tetap berjalan tanpa hambatan, termasuk soal pakaian.

“Jangan sampai ada yang menghalangi anak sekolah hanya karena tidak mampu beli seragam,” tutupnya. (Yah/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co