Klausa.co

  • Home
  • /
  • Daerah
  • /
  • Berau
  • /
  • Setubuhi 2 Cucunya Hingga Melahirkan, Kakek 64 Tahun Diringkus Polisi

Setubuhi 2 Cucunya Hingga Melahirkan, Kakek 64 Tahun Diringkus Polisi

Ilustrasi Kekerasan seksual anak. (Google)

Bagikan

Berau, Klausa.co Polres Berau meringkus seorang kakek berinisial SA (64). Tersangka diduga melakukan perbuatan tak senonoh terhadap PU (16) hingga hamil kemudian melahirkan. Sebagai infomasi, korban baru menikah pada Februari 2022 lalu

Kapolres Berau AKBP Shindu Brahmarya melalui Kasihumas Polres Berau Iptu Suradi mengatakan, pada 3 September 2022 lalu korban merasa perutnya sakit ingin melahirkan. Lantaran hal tersebut, BE, suami korban membawsnya ke RSUD dr Abdul Rivai untuk menjalani persalinan.

PU diketahui melahirkan seorang anak perempuan. Setelah pulang ke rumah, beberapa hari kemudian PU mengaku kepada suaminya, putri yang dilahirkannya bukan anak dari hubungannya dengan suami. Melainkan anak dari SA, yang tak lain kakeknya sendiri.

Baca Juga:  Plafon Gedung Perpustakaan Samarinda Ambruk, Wali Kota Andi Harun Minta Kontraktor dan PUPR Bertanggung Jawab

“Dari pengakuan korban, pencabulan itu dilakukan oleh kakeknya SA di Sembakungan Kecamatan Gunung Tabur,” ujarnya.

Advertisements

Sang suami mengingat-ingat, bahwa umur pernikahan mereka baru menginjak tujuh bulan. Guna meyakinkan diri, suami korban mendatangi rumah sakit tempat istrinya bersalin. Menanyakan apakah istrinya melahirkan dengan usia kandungan 9 bulan atau 7 bulan. Petugas rumah sakit menyebut, istrinya melahirkan secara normal, dengan usia kandungan 9 bulan.

Merasa tidak terima, sang suami melaporkan SA ke Polres Berau. Setelah melaksanakan penyelidikan, tidak hanya PU saja yang sudah dicabuli. Saudarinya yang berinisial IL (14) juga menjadi korban pencabulan kakeknya sendiri.

“Dan perbuatan itu sudah dilakukan lebih satu kali kepada IL,” jelasnya.

Baca Juga:  Viral, Pria Pamer Kemaluan ke Pengendara Perempuan di Samarinda Diringkus Polisi

Saat ini, tersangka pencabulan SA sudah diamankan di Mapolres Berau, untuk proses lebih lanjut.

Advertisements

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah ditetapkan menjadi UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku terancam pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp5 miliar,” tandasnya.

(RED/FCH/Klausa)

Advertisements

.

Bagikan

logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co